Berita

Ilustrasi (Foto: investing.com)

Bisnis

PDB Melambat, IHSG-Rupiah Beralih Positif

RABU, 06 NOVEMBER 2024 | 07:11 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SIKAP pesimis belum sepenuhnya hengkang di bursa saham. Setelah sentimen kurang menguntungkan datang dari merahnya indeks Wall Street, sentimen domestik dari rilis pertumbuhan PDB untuk kuartal III 2024 dinilai kurang menggembirakan. Laporan yang dirilis Badan Pusat Statistik menyebut, pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya sebesar 4,95 persen di kuartal ketiga tahun ini.

Kinerja ini tercatat melambat dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar 5,05 persen. Situasi ini masih ditambah dengan sesi perdagangan saham di bursa Asia yang masih memperlihatkan kecenderungan suram. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kesulitan untuk keluar dari tekanan jual. Kabar baiknya, gerak IHSG  terpantau mulai beralih hijau pada pertengahan  sesi sore.

Secara keseluruhan IHSG konsisten menjejak di rentang terbatas di sepanjang sesi perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa 5 November 2024. IHSG kemudian menutup sesi dengan menguat moderat 0,17 persen di 7.491,93 untuk sekaligus kukuh berada di bawah level psikologis nya di kisaran 7.500 dan berada dalam tren pelemahan yang cukup solid.


Pantauan lebih jauh menunjukkan, kinerja sejumlah saham unggulan yang bervariasi dan cenderung berada di rentang moderat. Sejumlah besar saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan berhasil parkir di zona penguatan, seperti:  BMRI, BBCA, BBNI, INDF, ICBP, ADRO, ASII, PTBA dan SMGR.

Namun sejumlah saham unggulan lain nya masih bergulat di zona merah, seperti: BBRI,  TLKM,  UNVR dan UNTR. Kinerja bervariasi saham unggulan ini kemudian menghantarkan IHSG setia berada di rentang terbatas.

Sementara dari sesi perdagangan saham di Asia menunjukan, kecenderungan tekanan jual yang belum reda di tengah serangkaian sentimen yang tersedia. Pelaku pasar masih tersita perhatiannya pada proses serta hasil pemilihan presiden di Amerika Serikat yang sebelumnya telah berhasil memerahkan indeks Wall Street.

Laporan lebih jauh menyebutkan, sentimen dari rilis keputusan Bank Sentral Australia untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,35 persen yang tidak terlalu berdampak pada gerak indeks. Indeks ASX200 di bursa Australia kukuh menjejak zona merah hingga sesi berakhir. Indeks ASX200 ditutup turun 0,4 persen di 8.131,8.

Sementara laporan dari Jepang menunjukkan, kinerja indeks Nikkei yang mampu menyelamatkan momentum positif dengan melompat tajam 1,11 persen dengan menutup sesi di 38.474,9, setelah menjalani libur pada sesi awal pekan kemarin. Sedangkan indeks KOSPI di Korea Selatan terkoreksi 0,47 persen dengan menutup di 2.576,88, usai mengalami lonjakan fantastis di sesi perdagangan kemarin.

Rupiah Beralih Positif

Secara agak mengejutkan, situasi di pasar uang memperlihatkan kinerja nilai tukar Rupiah mampu beralih positif. Pantauan sebelumnya memperlihatkan, gerak nilai tukar Rupiah yang konsisten menginjak zona pelemahan usai rilis data pertumbuhan PDB. Sentimen dari pasar global yang masih menyulitkan seluruh mata uang utama dunia, membuat Rupiah terseret dalam pelemahan.

Namun gerak Rupiah mampu beralih ke zona penguatan di pertengahan sesi perdagangan sore, seiring dengan kecenderungan yang sedang mendera pasar uang global. Pantauan terkini menunjukan, nilai tukar Euro, Poundsterling, serta Dolar Australia dan Dolar Kanada yang mencoba berbalik menguat meski dalam rentang terbatas.

Situasi tersebut nampaknya mampu dimanfaatkan Rupiah untuk berbalik menguat. Hingga sesi perdagangan Selasa sore kemarin berlangsung, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp15.730 per Dolar AS atau menguat moderat 0,12 persen. Sementara pantauan pada mata uang Asia memperlihatkan gerak bervariasi namun konsisten berada di rentang terbatas.

Mata uang  Yuan China, Dolar Hong Kong  serta Rupee India  masih menjejak pelemahan,  sementara selebihnya mata uang Asia  menginjak zona penguatan dengan penguatan tertajam dialami Ringgit Malaysia.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya