Berita

Warga Paiporta marah-marah kepada Raja Felipe VI dari Spanyol dan pengawalan polisi yang terdiri dari puluhan petugas muncul di kota itu pada hari Minggu, 3 November 2024 melemparkan lumpur, botol, dan benda-benda lainnya/AFP

Dunia

Raja Spanyol Batal Kunjungi Wilayah Banjir Lain Usai Dilempari Lumpur di Valencia

SENIN, 04 NOVEMBER 2024 | 13:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kunjungan yang direncanakan oleh Raja Spanyol Felipe VI dan Ratu Letizia ke kota Chiva yang dilanda batal dilakukan setelah kejadian tidak mengenakkan yang mereka terima di wilayah banjir terparah, Valencia.

Laporan RTVE pada Senin, 4 November 2024 menyebut keputusan untuk menunda kunjungan kerajaan ke wilayah banjir lainnya dicapai melalui kesepakatan bersama antara otoritas negara Spanyol, pemerintah otonom Valencia, dan Rumah Tangga Kerajaan.

Kunjungan raja dan ratu bersama Perdana Menteri Pedro Sanchez dan pemimpin daerah Carlos Mazon, di Paiporta, dekat Valencia pada Minggu, 3 November 2024 tidak mendapat sambutan baik dari rakyat setempat.


Mereka menghadapi ratusan warga yang marah yang tak segan melempari mereka dengan lumpur, sekop dan tongkat sambil melontarkan kata-kata hinaan.

Para warga yang tampak frustrasi dengan penanganan tanggap bencana, meneriakkan "pembunuh" saat para pejabat berusaha berbicara kepada kerumunan. Situasi meningkat, mendorong keluarga kerajaaan langsung pergi meninggalkan daerah itu secara tiba-tiba.

Daerah tersebut masih dalam krisis setelah banjir, yang telah merenggut 217 nyawa, dengan beberapa orang masih belum diketahui keberadaannya.

Pemerintah setempat memperkirakan hujan lebat terus berlanjut hingga 150 liter per meter persegi di daerah-daerah termasuk Castellon dan Almeria.

Lebih dari 3.000 penduduk di Valencia masih tanpa listrik, akses internet terbatas, dan ada laporan penjarahan, yang menyebabkan 20 orang ditangkap semalam.

Sebagai tanggapan, lebih dari 17.000 personel keamanan, termasuk polisi, pemadam kebakaran, dan militer, telah dikerahkan untuk memberikan bantuan.

Meskipun ada berbagai upaya ini, rasa frustrasi terus meningkat di antara warga yang mengalami kekurangan pasokan penting dan lambatnya penyaluran bantuan di daerah yang terkena dampak.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Penunjukan Nanik S. Deyang Kepala MBG Sesuai Hasil Evaluasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:13

Turun Gunung Jokowi Dalam Rangka Cari Keselamatan

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05

Gibran Ingin Birokrasi Berjalan Gesit dan Kolaboratif

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:01

Prabowo Apresiasi Peran Turki Bantu Pulangkan Sembilan WNI dari Tahanan Israel

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:56

Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:52

Warganet Anggap Penggeledahan Kantor BGN oleh Kejagung Drama Telenovela

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:45

Gebrakan Jampidsus Obrak-abrik Kantor BGN Patut Diacungi Jempol

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:42

Kunjungan ke Rusia, AHY Bawa Pulang Proyek PLTN Terapung hingga Kapal Cepat

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:41

DPR Dukung Kejagung Geledah BGN Usut Dugaan Korupsi MBG

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:07

Istana Respons Kabar Penangkapan Eks Kepala BGN oleh Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:06

Selengkapnya