Berita

Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono/Istimewa

Politik

Sebelum Impor 1 Juta Ton Beras, Pastikan Serap Gabah Petani Dulu

KAMIS, 31 OKTOBER 2024 | 18:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Opsi rencana impor beras 1 juta ton di akhir 2024 dan awal 2025 oleh Kementerian Perdagangan harus dihitung dengan cermat. Pasalnya, Indonesia sudah mengimpor 3,5 juta ton beras pada 2024. 

“Boleh saja prediksi dan opsi soal produksi beras nasional, tapi soal impor 1 juta ton beras dari India pastikan produksi dalam negeri dan penyerapan gabah petani maksimal dulu," ujar anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, dalam keterangan resminya, Kamis, 31 Oktober 2024. 

Riyono memaparkan, berdasarkan catatan BPS, pada 2020 pergerakan produksi beras mencapai 54,56 persen, masih lebih tinggi ketimbang 2019 yang hanya 54,60 persen. Sementara total luasan panen pada 2020 lalu mencapai 10,66 juta hektare, dengan sentra produksi terbesar di Provinsi Jawa Timur. 


Adapun, harga gabah kering giling di tingkat petani masih mengalami kenaikan sebesar Rp5.320 atau naik 0,03 persen. Ke depan, pergerakan produksi harga gabah kering panen masih akan meningkat. 

Di samping itu, produksi beras pada 2020 juga naik 31,33 persen ketimbang 2019 hanya 31,31 persen. Meski naik tipis, pemerintah berhasil mengendalikan produksi beras, sehingga kebutuhan masyarakat masih tercukupi dengan baik.

Lalu produksi beras 2022 sebesar 54,75 ton Gabah Kering Giling (GKG) setara 31,54 juta ton beras naik 0,59 persen dari 2021 sebesar 184.50 ribu ton dengan luas panen 10,54 juta Ha. Pada 2023 turun 2,29 persen menjadi 53,98 juta GKG setara 31,10 juta ton beras. 

Kebutuhan beras nasional tahun 2023 tertinggi sejak 5 tahun terakhir dengan kisaran 22,64 juta ton beras. Data BPS memperkirakan produksi 2024 juga turun di kisaran 52,66 juta GKG setara 30,34 juta ton beras. Turun 1,32 juta ton dibanding 2023. 

“Produksi gabah turun seiring turunnya luasan lahan produktif kita, tetapi turunnya masih dalam batas 'margin error' yang sebenarnya bisa ditoleransi untuk kebutuhan dalam negeri," jelas Legislator dari fraksi PKS ini. 

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief PA menyatakan, berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), diproyeksikan produksi beras sejak Juni sampai September 2024 terus bertumbuh. Estimasi produksi beras pada Juni mencapai 2,06 juta ton dan meningkat pada Juli menjadi 2,18 juta ton.

Peningkatan secara signifikan terjadi pada estimasi produksi beras di Agustus dan September yang masing-masing dapat mencapai angka 2,66 juta ton dan 2,96 juta ton. Angka itu sudah di atas kebutuhan konsumsi beras bulanan secara nasional yakni sebesar 2,55 juta ton.

“Jika mau impor, cek dulu penugasan ke Bulog untuk serap gabah petani 600 ribu ton bagaimana realisasinya? Jika belum terpenuhi ya optimalkan dulu gabah petani, jangan beras petani asing," tutup Riyono.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya