Berita

Rapat kerja bersama Komisi II DPR RI dengan Kemendagri dan penyelenggara pemilu/RMOL

Politik

Mendagri Diminta Tertibkan Pj Kepala Daerah yang Cawe-cawe di Pilkada 2024

KAMIS, 31 OKTOBER 2024 | 15:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menjelang hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, 27 November 2024, sejumlah Penjabat (Pj) Kepala Daerah terkesan tak malu-malu lagi menunjukkan dukungannya kepada salah satu pasangan calon. Hal ini memunculkan dugaan ada penggunaan fasilitas dan uang negara oleh oknum Pj Kepala Daerah.

Untuk itu, anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk menertibkan Pj Kepala Daerah yang ketahuan melakukan kampanye Pilkada 2024.

"Saya minta tindakan tegas dari Pak Mendagri terhadap Pj ini. Mungkin banyak, tapi satu ini yang ketahuan. Dan komitmen kita untuk pilkada saya mau uji dari sini dulu. Tidak usah yang besar-besar," kata Komarudin Watubun dalam rapat kerja bersama Kemendagri dan penyelenggara Pemilu, di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2024.


Ia meminta agar para Pj Kepala Daerah tidak mencari uang lewat jalur haram seperti menyalahgunakan wewenangnya di daerah untuk kepentingan politik praktis.

"Kalau kepala daerah, Pj-Pj ini mau jadi tim sukses silakan, cari uang keluar. Jadi pengusaha, jadi tim sukses, jangan menggunakan Pj, menggunakan dana negara menyukseskan orang-orang tertentu," tegasnya.

Ia menyesalkan ada kasus Pj Walikota Jayapura dari ASN yang melakukan pelanggaran secara terang-terangan untuk Pilkada 2024 ini.

"Hari jumat jam 11 siang Pj mengumpulkan para lurah camat untuk mempersiapkan bagaimana cairkan uang dan bagaimana memenangkan calon tertentu," ungkapnya.

"Saya khawatir jangan sampai hal seperti ini (banyak terjadi), ini satu dari sekian banyak peristiwa yang terjadi di daerah," sambungnya.

Lebih jauh, dia mengingatkan Mendagri bahwa sebulan lagi perhelatan Pilkada 2024 akan diselenggarakan. Diharapkan indeks demokrasi di Indonesia meningkat seiring adanya peningkatan kualitas pemilu di Indonesia.

"Sekarang indeks demokrasi kita itu rusak dengan pemilu kemarin, apapun alasannya itu. Oleh karena itu dengan pemerintahan Pak Prabowo, kita berharap mulai dengan pilkada ini harus dengan pilkada yang demokratis," ujarnya.

Karena itulah, dia meminta Tito Karnavian berani menertibkan para Pj Kepala Daerah yang cawe-cawe pada Pilkada 2024 ini.

"Saya sangat berharap Pak Tito, untuk urusan ini ditertibkan. Kalau daerah pedalaman kita tidak terjangkau. Ini Kota Jayapura, ibukota Provinsi Papua. Kalau kelakuan model begini, bagaimana di daerah-daerah yang tidak terjangkau," tegasnya. 

"Jadi kalau tadi teman-teman sudah mempersiapkan pertemuan dengan Pj-Pj itu sangat tepat. Supaya kita tidak banyak sandiwara," demikian Komarudin Watubun.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya