Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Virus Flu Burung Ditemukan pada Babi AS, Picu Kekhawatiran Penularan Manusia

KAMIS, 31 OKTOBER 2024 | 15:14 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Seekor babi di peternakan Oregon ditemukan terjangkit flu burung H5N1. Ini merupakan kasus pertama yang terdeteksi di Amerika Serikat, memicu kekhawatiran bahwa virus tersebut juga berpotensi menginfeksi manusia.

Infeksi terjadi di peternakan halaman belakang di Crook County, Oregon, tempat berbagai hewan berbagi air dan ditempatkan bersama.

Minggu lalu, unggas di peternakan itu ditemukan terjangkit virus, dan pengujian minggu ini menemukan bahwa satu dari lima babi di peternakan itu telah terinfeksi..


Menurut Departemen Pertanian AS (USDA), peternakan tersebut telah dikarantina untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut. Hewan lain di peternakan tersebut, termasuk domba dan kambing, tetap diawasi.

Dikatakan bahwa tempat itu bukan peternakan komersial, dan pejabat pertanian AS mengatakan tidak ada kekhawatiran tentang keamanan pasokan daging babi negara itu.

"Tidak ada kekhawatiran mengenai keamanan pasokan daging babi nasional akibat temuan ini," kata USDA dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat NPR pada Kamis, 31 Oktober 2024.

Namun, menemukan flu burung pada babi menimbulkan kekhawatiran bahwa virus itu mungkin menjadi batu loncatan untuk menjadi ancaman yang lebih besar bagi manusia.

Peneliti pandemi Universitas Brown, Jennifer Nuzzo, mengatakan bahwa penemuan virus H5N1 pada babi, menimbulkan kekhawatiran bahwa virus itu mungkin menjadi batu loncatan untuk menjadi ancaman yang lebih besar bagi manusia.

Nuzzo menjelaskan bahwa babi dapat terinfeksi berbagai jenis flu, dan hewan-hewan itu dapat berperan dalam membuat virus burung lebih beradaptasi dengan manusia.

"Jika kita ingin tetap waspada terhadap virus ini dan mencegahnya menjadi ancaman bagi masyarakat luas, mengetahui apakah virus ini ada di babi sangatlah penting," paparnya, seperti dimuat NPR pada Kamis, 31 Oktober 2024.

USDA sebelumnya telah melakukan uji genetik pada unggas di peternakan tersebut dan belum melihat adanya mutasi yang menunjukkan bahwa virus tersebut semakin mampu menyebar ke manusia.

"Hal itu menunjukkan bahwa risiko saat ini terhadap masyarakat tetap rendah," kata para pejabat USDA.

Strain virus flu burung yang berbeda telah dilaporkan pada babi di luar AS di masa lalu, dan tidak memicu pandemi pada manusia.

"Ini bukan hubungan satu lawan satu, di mana babi terinfeksi virus dan menyebabkan pandemi," kata Troy Sutton, seorang peneliti Penn State yang mempelajari virus flu pada hewan.

Versi flu burung ini yang dikenal sebagai Tipe A H5N1 telah menyebar luas di AS di antara burung liar, unggas, sapi, dan sejumlah hewan lainnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya