Berita

Head of PR Ninja Xpress, Ribka Pratiwi/Ist

Bisnis

Rayakan Ulang Tahun ke-9, Ninja Xpress Luncurkan Layanan Inovatif Ini

KAMIS, 31 OKTOBER 2024 | 02:12 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Dalam rangka merayakan ulang tahun yang kesembilan, Ninja Xpress berkomitmen untuk memperkuat layanan logistik di Indonesia melalui peluncuran sejumlah layanan inovatif baru.

Head of PR Ninja Xpress, Ribka Pratiwi mengatakan layanan tersebut di antaranya Ninja International Deliveries, dan layanan Business to Business Restock (B2BR) yang menawarkan solusi logistik untuk mendukung operasional bisnis.

Layanan Ninja B2BR sendiri dirancang khusus untuk mengoptimalkan manajemen rantai pasok atau supply chain bagi korporasi, terutama pelaku bisnis ritel dalam mengelola stok dan pengiriman mereka secara lebih efisien.


Melalui Ninja B2BR, kata Ribka, Ninja Xpress menawarkan solusi logistik terintegrasi yang mencakup manajemen pergudangan, pengiriman, serta layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap shipper. 

“Model bisnis B2B ini memberikan fleksibilitas bagi mitra usaha untuk mengelola operasi logistik secara praktis dan ekonomis sesuai skala bisnis mereka,” katanya dalam acara Media Gathering di Ninja Studio, Jakarta pada Rabu 30 Oktober 2024.

Ia menjelaskan kelebihan model bisnis tersebut, yakni perusahaan dapat menikmati layanan multiple drop atau pengiriman paket ke banyak tujuan sekaligus.

“Kita membantu pengiriman stok ke berbagai outlet, jadi jemputnya barangnya sekali dan kita antar ke ratusan outlet,” beber dia.

Selain itu, layanan ini juga memiliki kelebihan multiple parcel, yaitu airwaybills atau satu resi untuk pengiriman ke banyak tempat. Menurutnya, hal tersebut membantu perusahaan untuk memantau pengiriman dengan lebih praktis dan efisien.

“Jadi resinya cuma satu, tapi perusahaan bisa lacak paketnya sudah sampai mana. Ini memudahkan perusahaan yang B2B melihat paketnya,” tuturnya.

Terakhir, menurut Ribka, layanan terbaru ini juga menawarkan pengiriman paket dengan rute yang efisien, sehingga paket dapat diterima dengan tepat waktu.

“Teknologi polygon routing kita bisa lebih efektif. Jadi driver kita tau nih mana duluan paket yang diantarkan. Misal case Kopi Kenangan kita jemput paket dari produsen dan dikirim ke outlet terdekat dari tempat tersebut,” tandasnya.

Adapun di sepanjang tahun ini, Ninja Xpress sendiri tercatat telah mengirimkan lebih dari 54 juta paket hingga Agustus 2024, dengan total 20 ribu riders atau kurir paket di seluruh Indonesia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya