Berita

UAI dan PT IMI Jalin Kerja Sama, Bahas Pemuda Berkarakter Positif dan Bermental Sehat/Net

Nusantara

UAI dan PT IMI Jalin Kerja Sama, Bahas Pemuda Berkarakter Positif dan Bermental Sehat

RABU, 30 OKTOBER 2024 | 08:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menjalin kerja sama dengan PT Indonesia Mental Inspirasi (IMI) untuk memfasilitasi anak muda agar keluar dari gangguan kesehatan mental.  

Dilansir dari JakPat, sekitar 46,7 persen anak muda atau Gen Z merasa mengalami gangguan kesehatan mental. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, UAI dan IMI menggelar talkshow "Menjadi Pemuda Berkarakter Positif, Bermental Sehat, Berakhlak dan Berprestasi" yang dihadiri oleh 12 sekolah yang ada di Jakarta.


Acara diawali dengan laporan oleh Wakil Rektor III Universitas Al-Azhar Indonesia Dr. Faisal Hendra, Lc., M.A. Dalam pembukaanya itu dirinya menjelaskan keunggulan-keunggulan kampus yang berlokasi di kawasan Blok M tersebut sebagai salah satu kampus terbaik. Dalam tahun ajaran baru 2023-2024 , tercatat total sebanyak 1.300 mahasiswa yang mendaftar pada kampus yang bernuansa Islam tersebut. 

"UAI sendiri memiliki akreditasi unggul. Dari 4.000 lebih universitas yang ada di Indonesia, hanya kurang lebih 150 kampus yang mendapatkan predikat tersebut," ujar Faisal. 

Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin selaku rektor Universitas Al-Azhar Indonesia dalam sambutannya mengatakan, pentingnya soft skill di dalam dunia pendidikan. 

"Soft skill bisa berupa mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Tak hanya itu, soft skill juga bisa berupa creative thinking, inovasi dan kreasi," ujarnya. 

Selain soft skill, memiliki akhlak yang baik juga merupakan kunci dari kesuksesan. Ia pun mengambil contoh Nabi SAW sebagai suri tauladan. 

"Contohlah sifat Nabi Muhammad SAW. Dari jujurnya, tablighnya, amanahnya," ujarnya. 

Dalam acara tersebut, pihak Indonesia Mental Inspirasi juga memperkenalkan dirinya sebagai wadah yang bergerak di bidang psikologis. Badan usaha tersebut memiliki empat layanan yang ditawarkan. Layanan tersebut berupa konseling, tes psikologi, Kesehatan mental dan pelatihan psikologi. 

Direktur IMI Alfat Maulana mengatakan, IMI terbuka menjalin kerja sama dengan siapa saja di luar dari koridor pendidikan guna menata anak-anak Indonesia. Termasuk membuka program konseling.

"Oleh karena itu kita sedang mereorganisasi dengan menata anak-anak untuk menuju generasi emas 2045. IMI juga membuka kerja sama di luar lingkup pendidikan serta membuka konseling untuk keluarga, organisasi dan perusahaan," ujar Alfat. 

Sesi talkshow diisi oleh Andri Hadiansyah selaku dosen psikologi UAI, Adhitya Putri alumnus Universitas Al-Azhar Indonesia dan Alfie Alfandy selaku pendiri Bikers Dakwah. 

Tiga narasumber tersebut mengisi materi ihwal kiat menjadi pemuda yang berkarakter positif, memiliki mental yang sehat, berakhlak bagus dan berprestasi. 

Alfie Alfandy yang biasa disapa sebagai Ustad Alfie, memberi wejangan untuk pemuda agar dapat mengontrol penggunaan  gawai. Ia menganjurkan agar pemuda mengisi kesehariannya dengan hal-hal yang positif. 

Bukan tanpa sebab, perlunya mengontrol gawai dikarenakan apa yang dilihat mata akan masuk ke dalam memori otak manusia. Hal tersebut menjadi mengkhawatirkan ketika anak muda mengisi kesehariannya dengan hal-hal yang negatif 

"Apa yang kita lihat akan terekam di memori. Nah, kalo kegiatan negatif yang diisi, ya bagaimana mau berkembang," terang Alfie.
 
Selain itu, dirinya juga menekankan pentingnya menyaring lingkup pertemanan. 

Setali tiga uang, Adhitya Putri juga sependapat dengan hal tersebut. Wanita lulusan studi Ilmu Hubungan Internasional yang sekaligus seorang aktris, turut menekankan pentingnya untuk memilih teman. 

Menurutnya, faktor terdekat bisa jadi penentu di masa depan, dengan memilih teman yang positif, nantinya akan berpengaruh membentuk bagaimana kondisi kita ke depannya. 

Ia juga juga menekankan agar para pemuda untuk berani mencoba semua hal dan berani menantang diri mereka pada suatu hal yang baru. Karenanya, seseorang tidak akan pernah tahu di mana tempat terbaiknya jika tanpa mencoba banyak hal. 

Andri Hadiansyah, selaku dosen psikolog di UAI juga mengingatkan pentingnya langkah awal untuk maju. Menurutnya, langkah awal merupakan langkah yang besar. 

"Langkah pertama harus dilakukan, agar dapat terjadi langkah berikutnya” kata Andri. Ia menambahkan bahwa para pemuda harus berani mengambil langkah besar dan mengalahkan dirinya sendiri.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya