Berita

Ilustrasi (Foto: sweetcrudereports.com)

Bisnis

Harga Minyak Angkat Kabinet Prabowo, IHSG-Rupiah Belum Cerah

SELASA, 29 OKTOBER 2024 | 17:41 WIB | OLEH: ADE MULYANA

KABAR gembira bagi perekonomian nasional mulai muncul pekan ini. Adalah kinerja harga minyak dunia yang kembali meluncur turun hingga sesi perdagangan di Asia, Selasa pagi 29 Oktober 2024. Pemerintahan Prabowo Subianto yang masih menjalani masa bulan madu dengan pasar internasional, nampaknya sedang memiliki keberuntungan besar. Keruntuhan harga minyak, tentu saja akan membantu meringankan kinerja perekonomian nasional yang masih bergantung pada impor minyak.

Pantauan terkini di pasar Asia menunjukan, harga minyak untuk jenis WTI yang ini bertengger di kisaran $67 per barel. Laporan sebelumnya menyebutkan, sentimen dari aksi serangan balasan Israel pada Iran yang tidak menarget ladang minyak yang merupakan sumber perekonomian Iran menjadikan pelaku pasar terbebas dari kepanikan akan melambung liarnya harga minyak.

Pelaku pasar kemudian dengan gencar melakukan tekanan jual hingga membuat harga minyak membentuk tren pelemahan yang solid sebagaimana tergambar pada chart h4 berikut:


Sumber: finance.yahoo.com, diolah.

Serangkaian indikator pada chart di atas memperlihatkan tren pelemahan meyakinkan yang sekaligus mencerminkan prospek cerah penurunan lebih lanjut. Indikator bollinger band telah diterabas di band bawah, sementara indikator MACD (moving average convergence divergence) telah menunjukkan sinyal jual.

Pola jinaknya harga minyak ini telah mampu membantu mempertahankan sikap optimis pelaku pasar di Wall Street yang pada sesi awal pekan ini menutup dengan gerak positif. Pantauan menunjukkan, indeks DJIA yang menguat 0,65 persen dengan menutup di 42.387,57, indeks S&P500 naik 0,27 persen di 5.823,52, dan indeks Nasdaq menanjak 0,26 persen di 18.567,19. Laporan lebih jauh menyebutkan, pelaku pasar yang masih menantikan sentimen lain dari kinerja kuartalan sejumlah emiten dan rilis data ketenaga kerjaan terkini.

Gerak indeks akhirnya cenderung terjebak dalam rentang moderat. Pola demikian kemudian menjadi bekal bagi sesi perdagangan di Asia hari kedua pekan ini. Di tengah masih minimnya sentimen regional yang tersedia, investor di Asia kesulitan untuk menemukan pijakan guna melanjutkan aksi akumulasi. Gerak indeks di Asia akhirnya bervariasi dan berada dalam rentang moderat.

Hingga sesi perdagangan siang ini berlangsung, indeks Nikkei (Jepang) naik 0,5persen di 38.799,51, sementara indeks ASX200 (Australia) menguat 0,37 persen di 8.252,0, dan indeks KOSPI (Korea Selatan)  turun  0,43 persen di 2.601,31. Pola gerak indeks tersebut terkesan lebih mencerminkan potensi teknikal dari masing-masing indeks menyusul minimnya sentimen yang tersedia.

Sementara pada bursa saham Indonesia, gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali masih berada dalam tekanan jual. Gerak konsisten rentang sempit di sepanjang sesi pagi ini mencerminkan masih kukuhnya tekanan jual, namun pelaku pasar masih membutuhkan dukungan sentimen lain untuk melanjutkan tekanan jual.

Ketiadaan sentimen terkini yang tersedia akhirnya memaksa IHSG terjebak di rentang moderat. IHSG kemudian menutup sesi pagi ini dengan menurun 0,21 persen di 7.618,25. Bekal eentimen positif dari rontoknya harga minyak dunia kembali gagal dimaksimalkan IHSG untuk melakukan rebound teknikal usai mengalami keruntuhan di sesi perdagangan kemarin.

Rupiah-Dolar AS Bertaruh di Akhir Pekan

Kinerja kurang menguntungkan juga terjadi pada nilai tukar Rupiah pagi ini. Pelaku pasar masih belum menemukan pijakan yang meyakinkan untuk berbalik melakukan aksi akumulasi pada Rupiah. Kepungan sentimen dari lemahnya mata uang utama dunia membuat Rupiah kesulitan untuk sekedar bangkit. Laporan terkait menyebutkan, pelaku pasar yang masih menantikan rilis data perekonomian AS terkini untuk menentukan arah lebih jauh menyangkut prospek kebijakan penurunan suku bunga lanjutan oleh The Fed.

Hingga sesi perdagangan siang ini berlangsung, Rupiah tercatat masih diperdagangkan di kisaran Rp15.769 per Dolar AS atau melemah 0,31 persen. Investor secara keseluruhan masih belum menemukan sentimen positif dari rilis data perekonomian terkini. Catatan RMOL menunjukkan, agenda rilis data perekonomian nasional terkini yang akan menghampar pada sesi akhir pekan ini, menyangkut data inflasi dan indeks pmi manufaktur.

Sulitnya Rupiah melakukan rebound teknikal usai merosot signifikan di sesi perdagangan kemarin memperlihatkan potensi dan risiko serius bagi pemerintahan Prabowo Subianto. Sementara pantauan pada mata uang Asia menunjukkan, gerak seragam menjejak zona pelemahan terbatas.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Kesehatan Jokowi Terus Merosot Akibat Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 11 Februari 2026 | 04:02

Berarti Benar Rakyat Indonesia Mudah Ditipu

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:34

Prabowo-Sjafrie Sjamsoeddin Diterima Partai dan Kelompok Oposisi

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:06

Macet dan Banjir Tak Mungkin Dituntaskan Pramono-Rano Satu Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:00

Board of Peace Berpotensi Ancam Perlindungan HAM

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:36

Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:19

Efisiensi Energi Jadi Fokus Transformasi Operasi Tambang di PPA

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:14

Jagokan Prabowo di 2029, Saiful Huda: Politisi cuma Sibuk Cari Muka

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:18

LMK Tegas Kawal RDF Plant Rorotan untuk Jakarta Bersih

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:06

Partai-partai Tak Selera Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya