Berita

Tentara Ukraina/Net

Dunia

Ukraina Bebas Pakai Senjata AS Jika Rusia Berkomplot dengan Korut

SELASA, 29 OKTOBER 2024 | 16:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Merespons dugaan pengerahan unit militer Korea Utara di Rusia, Departemen Keamanan Amerika Serikat memutuskan memberikan Ukraina kebebasan menggunakan senjatanya.

Keputusan itu diambil setelah Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte melaporkan bahwa unit militer Korea Utara telah dikerahkan ke wilayah Kursk di Rusia. Memicu kekhawatiran bahwa konflik di Eropa Timur itu dapat meluas.

"Kerja sama militer yang semakin dalam antara Rusia dan Korea Utara merupakan ancaman bagi keamanan Indo-Pasifik dan Euro-Atlantik," ujarnya dalam sebuah pernyataan.


Presiden AS, Joe Biden menyebut perkembangan itu sangat berbahaya.

Sementara itu, Pentagon memperkirakan 10.000 tentara Korea Utara telah dikerahkan ke Rusia timur untuk pelatihan, naik dari perkiraan 3.000 tentara pekan lalu.

"Sebagian dari tentara tersebut telah bergerak mendekati Ukraina, dan kami semakin khawatir bahwa Rusia bermaksud menggunakan tentara tersebut dalam pertempuran atau untuk mendukung operasi tempur melawan pasukan Ukraina di Oblast Kursk Rusia di dekat perbatasan dengan Ukraina," kata juru bicara Pentagon Sabrina Singh, seperti dimuat Reuters pada Selasa, 29 Oktober 2024.

Intelijen militer Ukraina mengatakan pada hari Kamis bahwa unit pertama Korea Utara telah tercatat di wilayah perbatasan Kursk, tempat pasukan Ukraina telah beroperasi sejak melancarkan serangan besar pada bulan Agustus.

Namun Pentagon menolak untuk mengonfirmasi bahwa pasukan Korea Utara sudah berada di Kursk.

"Kemungkinan besar mereka bergerak ke arah itu menuju Kursk. Namun saya belum memiliki rincian lebih lanjut," kata Singh.

Kremlin awalnya menolak laporan tentang pengerahan pasukan Korea Utara sebagai berita palsu. Tetapi Presiden Vladimir Putin pada hari Kamis, 24 Oktober 2024 tidak menyangkal bahwa pasukan Korea Utara berada di Rusia dan mengatakan bahwa merupakan urusan Moskow bagaimana menerapkan perjanjian kemitraan dengan Pyongyang.

Putin dalam pernyataan terbarunya menegaskan bahwa Moskow akan menanggapi dengan tepat jika AS dan sekutunya membantu Ukraina menyerang lebih jauh ke Rusia.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya