Berita

Foto/Ist

Politik

Indikator: Mayoritas Masyarakat Percaya Prabowo Mampu Hadapi Tantangan Global

MINGGU, 27 OKTOBER 2024 | 17:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dalam hasil temuan lembaga survei Indikator, mayoritas masyarakat percaya Presiden Prabowo Subianto mampu membawa Indonesia dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu.

Direktur eksekutif lembaga survei Indikator Burhanuddin Muhtadi menuturkan bahwa sebanyak 83,0 persen publik yakin mantan Danjen Kopassus itu bisa menghadapi tantangan global dan hanya 14.8 persen yang tidak yakin.

“Saat ini, mayoritas warga tampak memberikan persepsi positif terhadap pemerintahan ke depan dalam menghadapi situasi global yang penuh tantangan,” kata Burhanuddin Muhtadi dalam menyampaikan hasil temuan surveinya secara virtual bertemakan Keyakinan dan Ekspektasi Publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran, Minggu, 27 Oktober 2024.


Burhanuddin menambahkan sebanyak 88,2 persen publik yakin dan percaya Presiden Prabowo Subianto bisa menghadapi tantangan ekonomi global sedangkan yang tidak yakin hanya 9 persen.

Lalu, sebanyak 88,1 persen masyarakat juga yakin Prabowo Subianto bisa menghadapi tantangan perubahan iklim, serta 88,7 persen responden yakin Indonesia bisa mampu melakukan kemajuan bilang AI dan teknologi di bawah kepempimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Mayoritas percaya Indonesia mampu mengatasi tantangan ekonomi global akibat menurunnya volume perdagangan global, perubahan iklim global dan juga tantangan kemajuan teknologi yang memangkas penggunaan tenaga kerja manusia,” tutupnya.

Survei ini dilakukan secara nasional dari Barat hingga Timur Indonesia, dan mewawancarai dengan tatap muka sebanyak 1.200 responden dari usia 17 tahun ke atas pada tanggal 10 hingga 15 Oktober 2024.

Metodologi survei ini menggunakan multistage random sampling dengan margin of error sekitar  kurang lebih 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Adapun untuk quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check).

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya