Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

BCA Kantongi Laba Rp41,1 Triliun pada Kuartal III 2024, Melesat 12 Persen

KAMIS, 24 OKTOBER 2024 | 13:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perusahaan perbankan swasta, PT Bank Central Asia Tbk (Tbk) mengantongi laba bersih Rp41,1 triliun pada kuartal III 2024. Angka ini melesat 12,8 persen secara tahunan (yoy).

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan kenaikan laba ini ditopang oleh ekspansi pembiayaan perusahaan serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan.

"Peningkatan kredit hingga September 2024 merefleksikan komitmen BCA dalam mendukung pertumbuhan perekonomian nasional," tutur Jahja dalam paparan kinerja kuartal I 2024 BCA secara virtual pada Rabu 23 Oktober 2024.


Dalam periode ini, perusahaan dan entitas anak usahanya juga melaporkan total kenaikan kredit secara tahunan sebesar 14,5 persen menjadi Rp877 triliun per September 2024.

Adapun kredit tersebut antara lain terdiri dari kredit korporasi yang naik 15,9 persen (yoy) dengan total Rp395,9 triliun, kredit komersial sebesar Rp135,3 triliun atau naik 11,8 persen, dan redit usaha kecil dan menengah (UKM) tumbuh 14,2 persen secara tahunan menjadi Rp120,1 triliun.

Menurut keterangan perseroan tersebut, kualitas kredit masih terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sebesar 2,1 persen per September 2024. Kredit dalam risiko atau loan at risk (LAR) mencapai 6,1 persen per September 2024, atau membaik dari setahun sebelumnya 7,9 persen.

Di sisi lain, BCA melaporkan total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 3,4 persen secara tahunan menyentuh Rp1.125 triliun. Kemudian, dana giro dan tabungan (current account saving account/ CASA) naik sekitar 5,2 persen ke level Rp915 triliun.

Sementara, frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking tercatat mencapai Rp23 miliar atau tumbuh 24 persen secara tahunan. Jumlah nasabah yang menggunakan BCA Mobile pun mencapai lebih dari 31 juta dan pengguna myBCA naik menjadi lebih dari 6 juta.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya