Berita

IMF/RMOL

Bisnis

IMF: Proyeksi Ekonomi AS dan Inggris Meningkat, China dan Jepang Turun

KAMIS, 24 OKTOBER 2024 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2024 untuk Amerika Serikat, Brasil, dan Inggris. 

Di saat yang sama, IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China, Jepang, dan zona Euro. 

Hal itu dipicu oleh risiko meningkatnya konflik bersenjata, potensi perang dagang yang baru, dan dampak kebijakan moneter yang ketat.


Dalam World Economic Outlook IMF yang terbaru, dikatakan perubahan tersebut akan membuat pertumbuhan PDB global 2024 tidak berubah dari 3,2 persen yang diproyeksikan pada Juli. Ini menimbulkan kekhawatiran di saat para pemimpin keuangan dunia berkumpul di Washington pekan ini untuk pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia. 

Pertumbuhan global diproyeksikan menjadi 3,2 persen pada 2025, sepersepuluh poin persentase lebih rendah dari ekspektasi pada Juli. 

Kepala Ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas, mengatakan Amerika, India, dan Brasil memperlihatkan ketahanan dan "soft landing" di mana inflasi melambat telah tercapai.

"Tampaknya pertempuran global melawan inflasi sebagian besar telah dimenangkan, bahkan jika tekanan harga terus berlanjut di beberapa negara," kata Gourinchas. 

IMF merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi Amerika tahun 2024 naik dua persepuluh poin persentase menjadi 2,8 persen terutama karena konsumsi yang lebih kuat dari perkiraan, didorong oleh kenaikan upah dan harga aset. 

IMF juga menaikkan prospek pertumbuhan ekonomi Amerika untuk 2025 sebesar tiga persepuluh poin persentase menjadi 2,2 persen. 

Sementara untuk Brasil, IMF menaikkan prospek dengan peningkatan tajam, yaitu  sembilan persepuluh poin persentase. 

Namun, pertumbuhan ekonomi Meksiko turun tujuh persepuluh poin persentase menjadi 1,5 persen karena dampak kebijakan moneter yang lebih ketat.

IMF memangkas tingkat pertumbuhan ekonomi China 2024 sebesar dua persepuluh poin persentase menjadi 4,8 persen, dengan dorongan dari net ekspor yang sebagian mengimbangi pelemahan berkelanjutan di sektor properti dan rendahnya kepercayaan konsumen. 

Proyeksi pertumbuhan ekonomi China untuk tahun depan tidak berubah di level 4,5 persen, tetapi prospek tersebut tidak mencakup dampak dari rencana stimulus fiskal Beijing yang baru-baru ini diumumkan, yang sebagian besar masih belum terdefinisi.

Jerman akan mengalami pertumbuhan nol tahun ini, penurunan dua persepuluh poin persentase, karena sektor manufakturnya terus mengalami tekanan, menurut IMF. Penurunan tersebut membantu memangkas sedikit prospek pertumbuhan keseluruhan zona euro menjadi 0,8 persen untuk 2024 dan 1,2 persen pada 2025.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya