Berita

Saut Situmorang saat berbicara pada diskusi publik '‘Bayang-Bayang Invisible Hand di Pilgub Sumut 2024’ di Medan/RMOL

Politik

Blok Medan Hingga Lampu Pocong Bikin Bobby Jadi Calon Pemimpin ‘Beresiko Tinggi’

RABU, 23 OKTOBER 2024 | 23:05 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Masyarakat Sumatera Utara diminta untuk tidak memilih calon pemimpin yang masuk dalam kategori ‘beresiko tinggi’ tersangkut kasus hukum.

Hal itu disampaikan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang sat berbicara pada diskusi publik ‘Bayang-Bayang Invisible Hand di Pilgub Sumut 2024’ yang digelar Kombatan Sumut Bersih di AOBI Cafe, Medan, Rabu, 23 Oktober 2024.

“Mencari kepala daerah itu carilah yang rendah resiko. Karena ini pertarungan Sumut untuk 5 tahun kedepan,” katanya.


Saut memberi penjelasan mengenai resiko tinggi yang dimaksudkannya. Beberapa persoalan dan rekam jejak para calon yang bertarung di Pilgub Sumut 2024 merupakan hal yang kasat mata untuk masuk kategori resiko tinggi termasuk soal proyek yang tidak beres seperti lampu pocong dan blok medan

“Lihat track recordnya, kalau istilah orang Medan bilang jangan yang hanya moncong aja pintar. Resiko misalnya yang nggak bangun IKN begitu, rel kereta api, soal Blok Medan misalnya. Kenapa itu tidak masuk, mungkin karena bukan saya penyidiknya,” ujar Saut.

Diskusi publik ini menghadirkan Rocky Gerung dan Saut Situmorang sebagai pembicara kunci. Diskusi itu dipandu oleh Abyadi Siregar yang merupakan mantan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut dan Suwandi Purba.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya