Berita

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah/Ist

Politik

Fahri Hamzah Dapat Bisikan Tugas Berat dari Prabowo

SELASA, 22 OKTOBER 2024 | 17:17 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada tugas berat yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat melantik Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah.

Diungkap Fahri, tugas berat tersebut adalah target pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membangun 3 juta rumah per tahun.

"Pas pelantikan Pak Prabowo membisikkan kepada saya. 'Tugas berat loh tiga juta rumah'. Karena, bukan hanya bangun rumah, tapi renovasi rumah tak layak huni," kata Fahri Hamzah dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 22 Oktober 2024. 


Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini mengindikasikan, misi utama kementerian adalah menyelesaikan backlog perumahan yang mencapai 13 juta unit dan 26,9 juta rumah tidak layak huni (RTLH).

"Kita tidak akan berhenti melaksanakan misi utama ini," tegas Fahri.

Ke depan, pemerintah akan fokus pada penataan ekosistem antara sektor publik dan swasta untuk mendorong pembangunan perumahan yang lebih berkelanjutan.

"Tapi prinsipnya negara hanya menciptakan iklimnya, bukan kita yang bangun rumah. Kita yang ciptakan suasana industri dan bisnis perumahan dengan skala-skala yang ada," lanjutnya.

Skema subsidi juga disiapkan pemerintah agar rakyat tetap dapat mendapatkan fasilitas perumahan.

"Pemerintah nanti menyiapkan skema subsidi dan keuangan yang memungkinkan masyarakat secara lebih luas mendapatkan fasilitas perumahan yang layak," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya