Berita

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid/RMOL

Politik

Ordal Jadi Kunci Pemberantasan Mafia Tanah

SELASA, 22 OKTOBER 2024 | 05:10 WIB | LAPORAN: YUDHISTIRA WICAKSONO

Mafia tanah masih menjadi tantangan besar dalam penataan ulang dan penyelesaian sengketa tanah di Indonesia. 

Peran orang dalam alias ordal sebagai faktor kunci dalam pemberantasan mafia tanah.

Hal ini disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, kepada wartawan di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Senin malam, 21 Oktober 2024.


Politikus Partai Golkar itu menyebutkan bahwa ada tiga kata kunci dalam pemberantasan mafia tanah, yaitu pihak internal, eksternal, dan tengah. 

“Mafia tanah itu sumbernya dari tiga, yang pertama dari dalam, yang kedua dari orang luar seperti pemborong tanah," kata Nusron. 

"Nomor tiga pihak tengah, mulai dari kepala desa, notaris, oknum lawyer, dan juga calo-calo saya menyebutnya Permata, persatuan makelar tanah,” tambahnya. 

Namun, menurut mantan anggota DPR ini, pihak internal menjadi faktor yang paling mendukung terjadinya praktik mafia tanah.

“Kata kunci pemberantasan mafia tanah itu selain dari luar, paling utama dari dalam," kata Nusron. 

Mau sebanyak apapun mafia tanah dari luar, kalau dari dalamnya gak melayani, gak akan terjadi,” pungkas Nusron.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya