Berita

Menteri Koordinator Bidang Hukum HAM Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Impas) Yusril Ihza Mahendra dan Wamenko Kumham Impas Otto Hasibuan/RMOL

Politik

Yusril: Kepastian Hukum Bakal Bangkitkan Ekonomi Bangsa

SENIN, 21 OKTOBER 2024 | 20:45 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Impas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan ekonomi nasional akan bangkit jika penegakkan hukum di Indonesia berjalan dengan baik.

Yusril mengurai cita-cita Presiden Prabowo Subianto menjadikan Indonesia Emas 2045 harus dilakukan dengan baik, salah satunya dengan penegakkan hukum.

"Kita semua berkeyakinan bahwa ambisi untuk membangun ekonomi yang luar biasa ini, sangat bergantung pada sejauh mana kita dapat menjamin adanya keadilan kepastian hukum di negara kita ini, itu tugas kita bersama," kata Yusril dalam acara pisah sambut di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jalan H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin, 21 Oktober 2024.


Menurutnya, dipecahnya kementerian hukum dan ham menjadi kemenko hukum ham imigrasi dan pemasyarakatan ini bukan untuk membangun hukum semata tapi juga menegakkan hukum.

"Bagaimana mengimplementasikan hukum itu sehingga betul-betul hukum kita adil, hukum kita pasti, dan hukum yang adil," katanya.

Dengan adanya penegakkan hukum yang berkeadilan Yusril yakin investasi akan berjalan baik.

"Pasti insya Allah investasi akan berkembang, masyarakat akan terlindungi, rakyat akan merasa puas, hak-hak asasi mereka terlindungi dengan sebaik-baiknya," tutupnya.


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya