Berita

Tentara Hizbullah/Net

Dunia

Mulai Kewalahan, Hizbullah Pindahkan Pejuang Suriah ke Lebanon

SENIN, 21 OKTOBER 2024 | 10:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah eskalasi militer Israel yang sengit dengan Israel, Hizbullah tampaknya mulai kekurangan tentara dan memutuskan memindahkan para pejuangnya yang ada di Suriah ke Lebanon. 

Mengutip laporan Anadolu Ajansi pada Senin, 21 Oktober 2024, Hizbullah telah memindahkan ratusan pejuangnya ke Lebanon dari daerah di Suriah seperti Mayadin dan Al-Bukamal di timur Deir el-Zour, serta dari beberapa bagian Damaskus, Hama, dan provinsi Homs. 

"Hizbullah mulai mengurangi kehadirannya di Suriah dengan mengimpor beberapa pejuangnya ke Lebanon, sebagai bentuk permintaan bala bantuan di tengah invasi Israel ke Lebanon," ungkap laporan tersebut. 


Selama dekade terakhir, Hizbullah telah meningkatkan dan mempertahankan kehadirannya di Suriah setelah memasuki perang saudara yang meletus di negara itu pada tahun 2011.

Sepanjang konflik tersebut, Hizbullah telah berperang di pihak presiden Suriah Bashar al-Assad.

Kini, ketika Israel secara radikal meningkatkan pemboman dan invasi ke Lebanon selama sebulan terakhir, dengan tujuan mengalahkan dan memberantas Hizbullah, ratusan pejuang kelompok tersebut dilaporkan dipanggil untuk mempertahankan posisi mereka di Lebanon.

Pemindahan mereka merupakan tindak lanjut dari perjalanan yang dilaporkan dilakukan oleh pejuang lain yang didukung Iran ke Lebanon dari Irak, dengan Pasukan Mobilisasi Populer Irak (PMF) juga bertujuan untuk memperkuat jumlah Hizbullah melawan invasi Israel.

Namun, para pejuang Hizbullah dan PMF dilaporkan terpaksa menggunakan rute alternatif dari Suriah ke Lebanon, setelah Israel menargetkan penyeberangan perbatasan Al-Masnaa dalam beberapa pekan terakhir dalam upaya untuk memutus hubungan teritorial antara kedua negara.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya