Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

IMF: China Tidak Bisa Lagi Andalkan Ekspor untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

SABTU, 19 OKTOBER 2024 | 10:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tiongkok tak bisa lagi mengandalkan ekspornya untuk mendorong pertumbuhan ekonominya. 

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan pertumbuhan ekonomi China terancam melambat, kecuali jika negara itu beralih ke model ekonomi yang didorong konsumen.

"Pertumbuhan Tiongkok dapat turun di bawah 4 persen dalam jangka menengah jika tetap berada di jalurnya saat ini. Tingkat yang akan sangat sulit bagi Tiongkok. Akan sangat sulit dari sudut pandang sosial," kata Kristalina dalam sebuah wawancara dengan Reuters, dikutip Sabtu 19 Oktober 2024. 


Kristalina mengatakan penelitian IMF menunjukkan bahwa Tiongkok dapat tumbuh pada kecepatan yang jauh lebih tinggi jika membuat perubahan untuk memberi konsumennya keyakinan untuk membelanjakan uangnya lebih banyak.

"Tiongkok berada di persimpangan jalan. Jika mereka melanjutkan dengan model mereka saat ini, yang merupakan pertumbuhan yang dipimpin ekspor, akan ada masalah. Mengapa? Karena ekonomi Tiongkok telah tumbuh ke titik di mana ekspor Tiongkok tidak lagi menjadi faktor kecil dalam perdagangan global," kata  Kristalina.

Beijing tidak dapat lagi .mengandalkan keajaiban yang akan mempertahankan model yang dipimpin ekspor dalam ekonomi besar ini sebagai kendaraan yang layak, tambahnya.

Pengumuman terbaru Tiongkok tentang rencana stimulus fiskal sudah tepat, dengan tujuan untuk menghidupkan kembali kepercayaan konsumen yang hancur oleh krisis real estat selama bertahun-tahun.

Kurangnya permintaan domestik Tiongkok telah mengalihkan lebih banyak hasil produksi Tiongkok ke ekspor, yang menyebabkan AS, Eropa, dan negara-negara lain menaikkan hambatan tarif untuk melindungi pekerja dan perusahaan mereka di sektor-sektor seperti kendaraan listrik. 

Kristalina mengatakan IMF masih menilai sejauh mana langkah-langkah terbaru Tiongkok akan berlaku, tetapi menambahkan bahwa reformasi yang lebih mendalam diperlukan untuk mengubah ekonomi Tiongkok menjadi ekonomi yang dipimpin oleh konsumsi. 

Ini termasuk reformasi pensiun, membangun jaring pengaman sosial untuk mengurangi kebutuhan akan tabungan pencegahan yang besar, dan berinvestasi di sektor-sektor ekonomi yang belum berkembang termasuk perawatan kesehatan dan pendidikan.

Ketika ditanya tentang komentar terbaru dari seorang pejabat Departemen Keuangan AS bahwa IMF "terlalu sopan" dalam hal menekan Tiongkok pada kebijakan industri dan kebijakan nilai tukar, Georgieva tidak setuju, dengan mengatakan bahwa Dana tersebut telah lama menyerukan reformasi subsidi di Tiongkok dan perlunya menempatkan perusahaan milik negara dan perusahaan swasta pada posisi yang setara.

"Kami selalu mengatakannya sebagaimana kami melihatnya," tambah Kristalina.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya