Berita

Timnas Nigeria terlantar lebih dari 12 jam di Bandara Libya/Dok X @WTroostEkong

Sepak Bola

Telantar Belasan Jam di Bandara, Timnas Nigeria Tolak Tanding Lawan Libya

SELASA, 15 OKTOBER 2024 | 04:48 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Timnas Nigeria bernasib sial setelah ditelantarkan lebih dari setengah hari di bandara. Tim berjuluk Elang Super ini pun menolak tanding dengan Timnas Libya.

Nigeria sejatinya akan main pada matchday 4 Kualifikasi Piala Afrika 2025 di Martyrs of Benina Stadium, Baninah, Rabu dinihari WIB (16 Oktober 2024). Stadion berkapasitas 10 ribu tempat duduk itu terletak di Kota Benina, 19 km di sebelah Timur Benghazi.

Alhasil, Nigeria harus melakoni perjalanan cukup panjang dari Lagos menuju Benina. Namun, pesawat yang ditumpangi skuad Nigeria dialihkan pendaratannya ke Al Abraq International Airport, Minggu, 13 Oktober 2024,


Mimpi buruk terjadi setelah para pemain turun dari pesawat. Mereka terlantar di bandara tersebut selama lebih dari 12 jam tanpa makanan, minuman, dan akses internet.

Alhasil, para pemain pun mati gaya menunggu kejelasan soal transportasi. Victor Boniface dkk sampai harus tertidur di kursi-kursi yang terletak di dalam terminal bandara itu.

Kedutaan Besar Nigeria di Libya dilaporkan tidak dapat melakukan intervensi, sebab mereka memerlukan izin dari pemerintah setempat untuk melakukannya. Alhasil, para pemain Nigeria pun naik pitam dan mengancam tidak mau bertanding.

Mereka menilai perjalanan darat dari Al-Abraq ke Benina selama tiga jam berisiko untuk keselamatan pemain.

"Sebagai kapten tim, bersama dengan anggota tim, kami telah memutuskan bahwa kami tidak akan memainkan pertandingan ini. Biarkan poin-poin itu menjadi milik mereka," kata Kapten Timnas Nigeria, William Troost-Ekong, melalui media sosial X resminya yang dikutip Senin, 14 Oktober 2024.

"Kami tidak akan menerima perjalanan darat ke manapun sebab keamanannya tidak dijamin. Kami tidak dapat membayangkan seperti apa hotel dan makanan yang disajikan jika kami melanjutkannya," tambahnya.

Selain Troost-Ekong, ada juga Boniface, Wilfried Ndidi, dan Bright Osayi-Samuel yang ikut mengkritik perlakuan Federasi Sepak Bola Libya tersebut. Mereka berharap ada sanksi tegas yang bakal dijatuhkan CAF (Federasi Sepakbola Afrika) kepada Libya.

Di sisi lain, Federasi Sepakbola Libya (LFF) membantah telah menelantarkan para pemain Nigeria. LFF menegaskan tidak ada niatan mereka untuk mensabotase persiapan tim.

"Kami berharap kesalahpahaman ini dapat diselesaikan dengan pengertian dan niat baik. Pintu kami terbuka untuk saudara-saudara kami di Nigeria dan semua tim Afrika, dan kami terus mengedepankan semangat persatuan, sportivitas, dan persahabatan di dunia sepakbola," ujar pernyataan resmi LFF.

Dilaporkan The Athletic, Libya melakukan ini sebagai bentuk balasan atas perlakuan serupa saat mereka tandang ke Godswill Akpabio Stadium pekan kemarin. Saat itu Libya juga diberlakukan tidak semestinya dan harus pulang dengan kekalahan 0-1.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya