Berita

Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Republik Burundi, Albert Shingiro/Ist

Bisnis

Dukung Otonomi Sahara Maroko, Burundi: Ini Solusi yang Realistis

JUMAT, 11 OKTOBER 2024 | 12:39 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Inisiatif otonomi Sahara yang diajukan Maroko pada tahun 2007 kembali mendapat dukungan penuh dari Burundi.

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita, pada Kamis 10 Oktober 2024 waktu setempat, Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Republik Burundi, Albert Shingiro menegaskan bahwa rencana otonomi tersebut merupakan solusi terbaik untuk menyelesaikan konflik di wilayah Sahara.

"Rencana Otonomi yang diajukan oleh Kerajaan Maroko  satu-satunya solusi yang kredibel dan realistis untuk menyelesaikan sengketa regional ini," kata Shingiro kepada Nasser Bourita. 


Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menegaskan kembali posisi negaranya yang mendukung penuh integritas teritorial dan kedaulatan Maroko atas seluruh wilayahnya, termasuk Sahara.

Posisi Burundi ini sejalan dengan momentum internasional yang dihasilkan oleh Raja Mohammed VI, dalam mendukung rencana otonomi dan kedaulatan Maroko atas Sahara. 

Menlu Shingiro dalam hal ini turut memuji proses yang dipimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai solusi politik yang adil dan langgeng di Sahara.

"Proses yang dipimpin oleh PBB ini merupakan kerangka eksklusif untuk mencapai solusi yang realistis, praktis, dan langgeng untuk sengketa Sahara," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya