Berita

Foto: Balochistan Post

Global

Pakistan Rogoh Kocek Lebih Dalam untuk Amankan Kepentingan Tiongkok

SELASA, 08 OKTOBER 2024 | 21:42 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Pemerintah Pakistan merogoh kocek lebih dalam untuk mengamankan kepentingan komersial Tiongkok di negara itu. Rapat Komite Koordinasi Ekonomi (ECC) Kabinet yang diketuai Menteri Keuangan Muhammad Aurangzeb setuju untuk menambah anggaran sebesar 45 miliar rupee yang akan digelontorkan kepada Angkatan Bersenjata Pakistan. 

Dari angka itu sebesar 35,4 miliar rupee akan dialokasikan untuk Angkatan Darat, dan 9,5 miliar rupee untuk Angkatan Laut. Dana ini merupakan bagian dari hibah tambahan teknis untuk proyek layanan pertahanan yang telah disetujui sebelumnya untuk tahun fiskal berjalan.

The Balochistan Post melaporkan, alokasi anggaran ini menandai hibah tambahan signifikan kedua untuk angkatan bersenjata sejak anggaran federal disetujui pada bulan Juni. Sebelumnya, ECC telah mengalokasikan 60 miliar rupee untuk “Operasi Azm-e-Istehkam.”


Hibah tambahan ini merupakan tambahan untuk anggaran pertahanan sebesar 2,127 triliun rupee.

Selain itu ECC juga menyetujui tambahan 16 miliar rupe untuk Divisi Keamanan Khusus Selatan, yang bertanggung jawab untuk menjaga Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan (CPEC).

Diluncurkan pada tahun 2015, CPEC merupakan bagian dari Belt and Road Initiative atau Prakarsa Sabuk dan Jalan yang dikembangkan Tiongkok. Dengan meningkatnya tantangan keamanan, termasuk serangan bersenjata, Tiongkok telah mendesak Pakistan untuk menandatangani perjanjian kerja sama antiterorisme untuk mengatasi situasi tersebut.

Tiongkok juga telah mengusulkan pembentukan perusahaan keamanan bersama untuk memastikan keselamatan warganya yang saat ini bekerja di Pakistan dan mereka yang akan terlibat dalam fase-fase CPEC mendatang. Selain itu, Tiongkok telah menyarankan penyertaan peralatan keamanan bergerak dan pengembangan proyek yang melibatkan kendaraan pelindung balistik.

Oposisi Baloch dan Perlawanan Bersenjata

CPEC menghadapi kritik dari kelompok politik Baloch, yang berpendapat bahwa proyek tersebut mengeksploitasi sumber daya lokal tanpa memberikan manfaat bagi penduduk asli.

Kelompok-kelompok ini mengklaim bahwa pembangunan tersebut telah mengganggu kehidupan penduduk Baloch, merampas kebutuhan penting mereka seperti perawatan kesehatan, pendidikan, dan akses ke air bersih. Menurut para kritikus, CPEC tidak dilihat sebagai proyek pembangunan ekonomi, tetapi sebagai "usaha militer dan kekaisaran" yang bertujuan untuk memperluas pengaruh regional Tiongkok.

Sementara itu, kelompok bersenjata "pro-kemerdekaan" Baloch telah menyerukan diakhirinya investasi Pakistan-Tiongkok, memandang proyek bernilai miliaran dolar itu sebagai bentuk "kolonialisme." Kelompok-kelompok ini telah memperingatkan pemerintah Pakistan dan Tiongkok untuk menghentikan investasi CPEC di Gwadar dan wilayah lain di Balochistan.

Tentara Pembebasan Baloch (BLA), salah satu kelompok bersenjata yang paling menonjol, melancarkan kampanye militer melawan kepentingan Tiongkok, membentuk Brigade Majeed, unit khusus yang bertugas melakukan serangan taktis dan berprofil tinggi terhadap warga negara Tiongkok dan proyek-proyek CPEC di Gwadar.

Brigade Majeed kemudian memulai “Operasi Zirpahazag” (Operasi Perlindungan Laut) untuk melawan apa yang mereka gambarkan sebagai “pendudukan dan eksploitasi pesisir Baloch.”

Sejak 2018, unit elit BLA telah melakukan beberapa serangan terhadap kepentingan Tiongkok. Pada 11 Agustus 2018, sebuah bus yang membawa insinyur Tiongkok menjadi sasaran di Dalbandin, Balochistan. Kemudian pada tahun itu, kelompok tersebut menyerang konsulat Tiongkok di Karachi, diikuti dengan serangan terhadap Hotel Pearl Continental di Gwadar pada 11 Mei 2019.

Pada tahun 2021, sebuah konvoi insinyur Tiongkok diserang di Gwadar, diikuti oleh serangan mematikan terhadap warga negara Tiongkok di Universitas Karachi pada April 2022. Serangan terakhir dilakukan oleh Shari Baloch, “Fidayee (pengorbanan diri)” perempuan pertama dari BLA.

Baru-baru ini, pada 13 Agustus 2023, Brigade Majeed menyerang konvoi yang mengangkut teknisi Tiongkok di Gwadar. Pada Maret 2024, mereka melancarkan serangan lain yang menargetkan badan intelijen Pakistan di kompleks GDA di Gwadar, zona yang sangat aman.

Akhir bulan itu, Brigade Majeed juga menargetkan pangkalan udara angkatan laut terbesar kedua Pakistan, PNS Siddique, di Turbat, situs strategis yang menampung pesawat nirawak Tiongkok. BLA menyatakan ini sebagai fase kelima dari "Operasi Zirpahazag" dan mengeluarkan peringatan kepada Tiongkok, mengancam akan melakukan serangan lebih parah kecuali jika Tiongkok menghentikan keterlibatannya dalam apa yang mereka gambarkan sebagai "kegiatan eksploitatif" dan dukungan terhadap militer Pakistan di Balochistan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya