Berita

Donald Trump dan isteri, Melania/Net

Dunia

Bikin Bingung Pemilih, Trump dan Istri Beda Pandangan Soal Aborsi

Laporan: Jelita Mawar Hapsari
SELASA, 08 OKTOBER 2024 | 15:46 WIB

Menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS), Melania Trump kembali menjadi sorotan usai menyatakan dukungannya terhadap hak aborsi.

Pernyataan ini bertentangan dengan posisi suaminya, Donald Trump yang tetap anti-aborsi, menciptakan perdebatan di kalangan pemilih dan analis politik.

Dalam wawancara terbaru, Melania menekankan pentingnya memberikan perempuan hak untuk memilih.


"Sangat penting untuk menjamin agar perempuan memiliki otonomi dalam menentukan pilihan mereka untuk memiliki anak, berdasarkan pendirian mereka sendiri, tanpa intervensi atau tekanan dari pemerintah," ujar Melania seperti dikutip dari laporan AFP pada Selasa, 8 Oktober 2024

Trump memberikan komentar soal perbedaan sikap antara dirinya dan sang istri, ia mengatakan sudah sempat membicarakan topik tersebut dengan istrinya.

“Saya bilang, ‘Kamu harus berpegang teguh pada kata hatimu.’ Saya mengatakan itu ke semua orang: Anda harus mengikuti kata hatimu,” kata Trump pada Fox News.

Sementara itu, Trump sebelumnya mengklaim keberhasilannya dalam menunjuk tiga hakim Mahkamah Agung AS, yang pada 2022 berkontribusi pada pembatalan putusan bersejarah mengenai hak aborsi, Roe v. Wade. 

Trump mengecam larangan aborsi enam minggu yang dianggap terlalu ketat dan menolak mendukung larangan aborsi secara nasional, dengan meminta pengecualian untuk kasus pemerkosaan, inses, atau demi melindungi kesehatan ibu.

Dalam debat cawapres pada 1 Oktober lalu, Trump mengunggah di dunia maya bahwa ia akan memveto upaya Kongres untuk menerapkan larangan aborsi nasional.

Trump turut mengatakan bahwa masing-masing negara bagian berhak membatasi aborsi sesuai pilihan mereka, bahkan jika harus membatasi akses seluas mungkin. Nyatanya beberapa negara bagian yang dikuasai Partai Republik sudah melakukannya.

Di sisi lain, Partai Demokrat sebagai lawan Trump melihat hak aborsi menjadi isu strategis yang dapat dimanfaatkan oleh Kamala Harris untuk melawan Trump pada 5 November mendatang. 

Hal ini menciptakan kontras yang jelas dengan Harris, yang merupakan pendukung kuat hak aborsi dan berkomitmen untuk menjaga akses terhadap layanan kesehatan reproduksi, serta sering menekankan pentingnya kontrol perempuan atas tubuh mereka.

"Sayangnya bagi perempuan di seluruh Amerika, suami Nyonya Trump dengan tegas tidak sepakat dengannya dan menjadi alasan lebih dari sepertiga perempuan Amerika hidup dengan larangan aborsi Trump." ujar juru bicara tim kampanye Harris, Sarafina Chitika.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan pada 21-28 Agustus menunjukkan mayoritas pemilih, termasuk 34 persen dari Partai Republik, ingin presiden berikutnya melindungi atau meningkatkan akses aborsi.

Survei Pew Research Center pada September 2023 menunjukkan bahwa sekitar 59 persen pemilih terdaftar mendukung hak aborsi dalam berbagai situasi, sedangkan dukungan untuk larangan total hanya mencapai 26 persen. 

Hal ini menunjukkan bahwa banyak pemilih lebih sejalan dengan pandangan Melania dan Harris dibandingkan dengan posisi Trump.

Perbedaan pendapat ini dapat berdampak signifikan pada pemilih. Beberapa analis politik berpendapat bahwa Melania dapat menarik pemilih moderat dan perempuan muda yang merasa terpinggirkan oleh sikap Trump yang lebih konservatif. 

Namun, perbedaan ini juga bisa membingungkan basis pemilih konservatif yang mengharapkan kesatuan dalam visi politik pasangan tersebut.


Penulis adalah Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang sedang magang di RMOL.id


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya