Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Bahan Pokok Naik, Beras hingga Cabai Rawit Meroket

SENIN, 07 OKTOBER 2024 | 12:05 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Mayoritas harga bahan pokok melonjak tinggi pada perdagangan awal pekan Senin (7/10).  Kenaikan tertinggi terlihat pada harga cabai rawit merah.

Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang dirilis pada pukul 10.33 WIB, komoditas cabai rawit merah melesat 1,87 persen ke harga Rp45.660 per kg. Sementara dalam data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), cabai rawit merah meroket hingga 6,54 persen ke harga Rp53.750 per kg.

Sementara cabai keriting dibanderol Rp30.670 per kg atau turun 0,49 persen dari perdagangan sebelumnya. 


Beras juga mengalami kenaikan dengan harga rata-rata beras premium nasional melonjak 0,13 persen menjadi Rp15.540 per kg. Kenaikan beras premium tertinggi terjadi di Papua Tengah yang dibanderol hingga Rp20.000 per kg.

Harga beras SPHP ikut naik 0,24 persen menjadi Rp12.600 per kg, sedangkan beras medium turun tipis 0,37 persen menjadi Rp13.460 per kg.

Bawang putih saat ini dibanderol Rp39.740 per kg atau naik 0,20 persen dari perdagangan sebelumnya. Data PIHPS menunjukkan kenaikan bawang putih juga melonjak hingga 1,9 persen ke harga Rp42.950 per kg.

Kenaikan harga ini diikuti bawang merah yang naik 0,67 persen ke harga Rp28.610 per kg di Bapanas, dan naik 4,71 persen di harag Rp32.250 per kg dalam data PIHPS milik Bank Indonesia (BI).

Lonjakan harga yang terjadi hari ini diakui oleh pedagang di Pasar Ciputat, Ida, yang mengaku mengalami kenaikan harga terhadap beberapa komoditas bahan pokok yang ia jual.

"Iya hampir naik semua, bawang merah, bawang putih hingga jeruk nipis dan lemon," tuturnya kepada RMOL.

Sementara itu, telur ayam juga terpantau mengalami kenaikan, dengan harga mencapai Rp29.900 per kg atau naik 0,84 persen.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya