Berita

Konferensi pers "Setahun Badai Al-Aqsa, Perjuangan yang Tak Terbendung", di Jakarta, Sabtu (5/10)/Istimewa

Politik

Setahun Badai Al-Aqsa, Baraq Akan Gelar Aksi di Depan Kedubes AS

MINGGU, 06 OKTOBER 2024 | 01:46 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Amerika Serikat dianggap tak malu mempertontonkan dukungan atas genosida dan kejahatan manusia yang dilakukan Israel di Palestina.

Hal ini disampaikan Presidium Barisan Aliansi Resistensi Al-Aqso (Baraq), Abbas Husain, saat konferensi pers "Setahun Badai Al-Aqsa, Perjuangan yang Tak Terbendung", di Jakarta, Sabtu (5/10).

"Amerika secara terang-terangan dan tidak malu memperjuangkan kejahatan Israel di PBB yang kita kenal sebagai United Nation," kata Abbas Husein, Kantor DPP Ahlulbait Indonesia, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (5/10)


Abbas Husein menilai bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak serius dan cenderung bermain-main dalam menjaga perdamaian dunia.

Sebab, menurut Abbas, kasus yang terjadi di Palestina hingga menelan korban 40 ribu lebih nyawa dan lebih dari 100 ribu korban luka-luka dianggap sebagai hal yang remeh-temeh, serta tidak ada kehormatan yang dijaga lembaga dunia yang seharusnya memiliki peranan yang cukup besar dan sangat vital.

"Saya katakan ini dilakukan secara berdrama, bermain-main, dan juga tidak serius, sehingga pembantaian dan genosida yang dilakukan oleh Israel tidak begitu memiliki pengaruh yang besar di mata PBB," tegas Abbas.

Maka dari itu Baraq menyerukan untuk menggelar aksi "Setahun Badai Al-Aqso" sebagai sikap peduli dan solidaritas terhadap Palestina di Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat, Jakarta, pada Senin besok (7/10).

"Kita sebagai bangsa Indonesia akan mengundang siapapun, setiap warga dari bangsa kita, apapun sektenya, apapun alirannya, apapun almamaternya, baik dari kalangan mahasiswa bahkan anak-anak, kami persilakan untuk merapat," ajak Abbas.

Ada 4 tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi tersebut. Pertama, mengutuk selama setahun ini terkait kematian dua sosok besar dari pimpinan kelompok perlawanan, yaitu Ismail Haniyeh dari Hamas dan Hassan Nasrallah dari Hizbullah.

Kedua, mengingatkan kepada umat Islam sekalipun kita tidak melihat adanya persatuan, tidak ada satu solidaritas yang dibangun oleh negara-negara Islam.

Ketiga, menolak narasi normalisasi. Melihat kebrutalan Zionisme sangat fatamorgana dan utopis ketika ada satu narasi yang mengemuka atas nama Solusi Dua Negara. Israel tidak pernah mengenal yang namanya negosiasi, belas kasih, atau hal-hal kemanusiaan.

Keempat, masalah boikot. Di mana Indonesia adalah salah satu arena yang bisa dimanfaatkan untuk menghambat perputaran keuangan yang mengalir kepada Israel, yang digunakan untuk membeli senjata dan membunuh rakyat sipil yang tidak berdosa di Palestina.

Abbas juga menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemerintah Indonesia, khususnya terkait pernyataan-pernyataan heroik dari Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.

"Meski saya tidak setuju dengan Solusi Dua Negara, ketegasan beliau dan narasi yang disampaikan menentang dan meludahi wajah Zionis Israel. Setidaknya, boikot adalah langkah yang sangat memukul mereka," tegas Abbas.

Anggota Presidium Baraq, Husein Nahrowi menambahkan, keberadaan mereka adalah dalam rangka menjaga keumatan, menjaga martabat sebagai manusia, sebagai bangsa, sebagai orang-orang yang beragama apapun bentuk agamanya.

"Maka keabadian dengan kesejahteraan itu hanya bisa diraih apabila kita bisa menegakkan dan menyuarakan keadilan. Ketentraman tanpa keadilan adalah ketentraman yang semu, dan itu yang selalu digaung-gaungkan oleh zionis Israel," kata Husein Nahrowi.

Menurutnya, Amerika dan Israel itu menggaungkan sistem kezalimannya. Menjalankan roda kehidupan kezalimannya dengan tetap menjaga entitas bernama Israel.

"Ketika kita mendukung, membantu, membela rakyat Palestina sebenarnya kita telah membantu kesejahteraan yang akan menjadi efek ke dalam bangsa kita, dalam negara kita," tambahnya.

Husein berharap kepada orang-orang yang masih memiliki prikemanusiaan, memiliki jiwa kehormatan dan kemuliaan, untuk turun bersama-sama bergerak untuk mempertahankan dan membela rakyat Palestina.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya