Berita

Presiden terpilih RI, Prabowo Subianto/Net

Global

Media Singapura Sebut Prabowo Miliki Pengaruh Besar di Kancah Internasional

JUMAT, 04 OKTOBER 2024 | 17:06 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sejak resmi terpilih menjadi presiden Indonesia pada Maret lalu, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto telah melakukan kunjungan ke lebih dari 10 negara termasuk Singapura, Tiongkok, Jepang, Rusia, dan Australia.

Meskipun ia bepergian sebagai Menhan RI, tetapi Prabowo diperkenalkan sebagai pemimpin Indonesia yang baru dan bertemu dengan menteri dan presiden utama selama perjalanan tersebut.

Kegiatan mengesankan tersebut disorot oleh media Singapura, Straits Times dalam artikel berjudul "Prabowo has big plans
for Indonesia on the world stage" yang dikutip redaksi pada Jumat (1/10).

for Indonesia on the world stage" yang dikutip redaksi pada Jumat (1/10).

Artikel tersebut menjuluki Prabowo sebagai sosok presiden dengan fokus kuat pada kebijakan luar negeri, yang bertujuan untuk mengangkat kedudukan Indonesia di mata dunia.

Bahkan Prabowo dinilai sebagai presiden paket plus karena bisa menjalani peran yang biasa dilakukan oleh menteri luar negeri.

"Ketika negara tersebut memilih Bapak Prabowo Subianto sebagai presiden berikutnya, Indonesia tanpa sadar juga memilih menteri luar negeri de facto yang baru.

Sejak diumumkan menang 59 persen suara dari dua pesaingnya, Prabowo telah menegaskan bahwa kebijakan luar negeri akan menjadi fokus utama pemerintahannya.

Di kawasan Asia Tenggara, Prabowo telah melakukan kunjungan kerja ke Vietnam, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Prabowo juga mengunjungi Jepang dan bertemu Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. Ia mendorong kerja sama keamanan dan ekonomi yang lebih dalam.

Hal ini terjadi hanya dua hari setelah menyatakan keinginan untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Pendekatan Prabowo dalam urusan global tidak terbatas pada kunjungan diplomatik.  Pada tanggal 26 April, The Economist menerbitkan sebuah artikel yang ditulis Menhan RI itu,  yang menuduh Barat memiliki standar ganda dalam penanganan konflik Israel-Hamas dan menunjukkan bagaimana korban perang Ukraina tampaknya lebih dihargai daripada mereka yang berada di Gaza.

Kritik tajam ini dipandang sebagai pergeseran signifikan dari kebijakan luar negeri tradisional Indonesia yang “bebas-aktif”, di mana negara ini biasanya menghindari keberpihakan pada blok kekuatan global mana pun.

Sikapnya terhadap Gaza tetap teguh, dan pada bulan Juni Prabowo menjadi berita utama karena menghadiri konferensi kemanusiaan tingkat tinggi di Jalur Gaza.

Ia juga mengumumkan kesiapan Indonesia untuk menerima 1.000 pengungsi Palestina, menawarkan mereka tempat berlindung di pesantren-pesantren di Jawa Timur.

Peneliti senior di ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura, Julia Lau menilai Prabowo akan memainkan peran langsung dalam kebijakan luar negeri dibandingkan dengan pendahulunya.

"Presiden terpilih secara pribadi lebih nyaman bertemu dengan mitra asing dan telah memiliki waktu satu dekade terakhir untuk menjalin hubungan dengan rekan-rekan menteri pertahanannya, tetapi juga memiliki pengalaman dan budaya asing seumur hidupnya, mulai dari saat ia masih sangat muda," ujarnya kepada Straits Time.

Pada bulan Juli dan Agustus, Prabowo melakukan perjalanan ke Prancis dan negara-negara lain di Eropa, Turki, dan Rusia, bertemu dengan para pemimpin negara-negara ini, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, untuk membahas kerja sama bilateral.

Menurut seorang peneliti pascadoktoral di Universitas Aberystwyth di Wales, Ahmad Rizky Umar kunjungan semacam itu dipandang sebagai gaya kebijakan luar negeri yang lebih bersifat tatap muka.

"Ini kontras dengan pendekatan Jokowi yang lebih rendah hati, di mana ia menggunakan multilateralisme, lebih sedikit keterlibatan di tingkat presidensial dan delegasi kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi," kata dia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya