Berita

Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani/INews

Bisnis

Pabrik Kaca Korsel Siap Beroperasi di Batang, Investasi Awal Rp4 Triliun

JUMAT, 04 OKTOBER 2024 | 14:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT KCC Glass Indonesia (KCC Glass), anak usaha produsen kaca raksasa asal Korea Selatan, KCC Glass Corporation, telah resmi memulai operasional perusahaan. 

KCC Glass Indonesia telah menggelontorkan nilai investasi Rp4 triliun untuk memproduksi kaca di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah. Ke depan, akan ada potensi tambahan investasi sebesar Rp 8 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, keberadaan KCC Glass Indonesia sangat ideal karena sebanyak 80 persen dari total produksinya akan diekspor. 


"Investasi dari KCC adalah investasi yang paling ideal bagi kita karena berorientasi ekspor. Kita ingin lebih banyak investasi masuk ke Indonesia yang berorientasi ekspor," kata Rosan saat meresmikan dimulainya produksi PT KCC Glass Indonesia di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, baru-baru ini, dikutip Jumat (4/10).

Rosan  mengharapkan KCC Glass juga dapat segera merealisasikan investasi lanjutan yang direncanakan sebesar Rp8 triliun.

"Kami ingin meyakinkan bahwa kami akan memfasilitasi apa yang dibutuhkan agar investasi itu datang," ujarnya.

Hal itu juga sejalan dengan upaya agar investasi yang sudah ditanamkan tetap bertahan dan mampu meningkat di Indonesia. Pasalnya, peningkatan iklim investasi akan menjadi pembuka lapangan kerja yang sangat dibutuhkan bangsa saat ini.

"Karena tantangan utama adalah bagaimana kita menciptakan pekerjaan yang berkualitas dan juga berkesinambungan karena kita ingin meyakini bahwa kalau pertumbuhan negara kita ini bertumbuh, ini akan menjadi satu pertumbuhan yang berkualitas dan berkesinambungan apabila manusianya itu tumbuh dan berkembang," kata Rosan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya