Berita

Prabowo Subianto/Ist

Pertahanan

Pendirian 5 Yonif Baru di Papua Ternyata Ide Prabowo

RABU, 02 OKTOBER 2024 | 19:28 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Menteri Pertahanan yang juga Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto yang menginisiasi pembentukan lima Batalyon Infanteri (Yonif) baru Penyangga Daerah Rawan (PDR) yang ditempatkan di wilayah Papua.

Hal itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang turut menyambut baik liman 

“Ini ide dari Pak Menhan yang sangat luar biasa,” kata Maruli kepada wartawan, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu siang (2/10) 


Meski berada di Papua, Maruli menyebut tujuan dari pasukan ini untuk membantu masyarakat dalam hal pembangunan di wilayah.

“Mereka sudah dibuat, ada, kompinya itu ada kompi produksi. Sehingga nanti mereka membantu di daerah-daerah tersebut, bisa dalam pertanian, peternakan, dan juga keseharian mereka, apa yang bisa dibantu,” jelas Maruli.

Salah satu dampak nyata dari kehadiran Yonif PDR bisa menghidupkan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi markas komando.

“Nanti kalau ada satu batalyon PDR ini seribu lebih, paling tidak gaji itu lebih dari Rp5 miliar akan berputar di sana. Kegiatan informal di sana, mulailah tukang jahit, tukang cukur akan tumbuh di sana,” pungkasnya.

Adapun kelima Yonif yakni; YONIF 801/KSATRIA YUDDHA KENTSUWRI ”Ksatria Perang yang Membangun” (Kab. Kerom); YONIF 802/WIMANE MAMBE JAYA "Ksatria Perkasa yang Selalu Berjaya” (Kab. Sarmi): YONIF 803/NDUKA ADYATMA YUDDHA "Ksatria Pemberani Pembela Kebenaran dalam Pertempuran” (Kab. Boven Digoel); YONIF 804/DHARMA BHAKTI ASASTA YUDHA ”Mengabdi Untuk Rakyat dalam Pertempuran" (Kab. Merauke); dan YONIF 805/KSATRIA SATYA WANINGGA "Ksatria Pembela Kebenaran yang Setia” (Kab. Sorong).

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya