Berita

Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida saat meninggalkan kantor perdana menteri di Tokyo, Selasa, 1 Oktober 2024/AP

Dunia

Fumio Kishida Mundur, Beri Jalan Shigeru Ishiba Maju Jadi PM Jepang

SELASA, 01 OKTOBER 2024 | 14:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengundurkan diri bersama kabinetnya pada hari Selasa (1/10), membuka jalan bagi penggantinya yakni Shigeru Ishiba untuk mengambil alih kepemimpinan.

Kishida memangku jabatan pada tahun 2021, tetapi memutuskan mundur agar partainya Liberal Democratic Party (LDP) dapat memiliki pemimpin baru setelah dirundung sejumlah skandal.

"Kishida dan para menterinya mengundurkan diri dalam rapat Kabinet pada Selasa pagi (1/10)," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi, seperti dimuat The Japan Times.


Dia meninggalkan kantornya setelah upacara pelepasan singkat di mana Kishida diberi buket mawar merah dan tepuk tangan dari staf dan mantan anggota kabinetnya.

"Ketika kita menghadapi momen kritis di dalam dan luar negeri, saya sangat berharap kebijakan utama yang akan memelopori masa depan Jepang akan dikejar dengan kuat oleh Kabinet baru," kata Kishida dalam sebuah pidatonya.

Pengganti Kishida, Ishiba berencana untuk mengadakan pemilihan parlemen nasional pada tanggal 27 Oktober setelah ia secara resmi terpilih sebagai perdana menteri Jepang.

Dia mengumumkan sejumlah kandidat yang akan mengisi kabinet baru, seperti Mantan Menteri Lingkungan Hidup Shinjiro Koizumi yang akan memimpin gugus tugas pemilihan partai.

Ishiba diperkirakan menunjuk pakar pertahanan Takeshi Iwaya sebagai menteri luar negeri dan Jenderal Nakatani sebagai kepala pertahanan.

Mayoritas menteri kabinetnya, seperti Ishiba, diperkirakan tidak berafiliasi dengan faksi-faksi yang dipimpin dan dikendalikan oleh tokoh-tokoh penting partai, dan tidak ada yang berasal dari kelompok kuat mantan Perdana Menteri Shinzo Abe yang terkait dengan skandal-skandal yang merusak.

Ishiba telah mengusulkan aliansi militer NATO versi Asia dan lebih banyak diskusi di antara mitra regional tentang penggunaan pencegahan nuklir AS.

Ia juga mengusulkan aliansi keamanan Jepang-AS yang lebih setara, termasuk pengelolaan bersama pangkalan AS di Jepang dan memiliki pangkalan Pasukan Bela Diri Jepang di Amerika Serikat.

Ishiba mengusulkan penggabungan kelompok keamanan dan diplomatik yang ada, seperti Quad dan kerangka kerja bilateral dan multilateral lainnya yang melibatkan Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Filipina.

Ia juga mencatat bahwa NATO versi Asia juga dapat mempertimbangkan pembagian kendali senjata nuklir AS di kawasan tersebut sebagai pencegahan terhadap meningkatnya ancaman dari Tiongkok, Korea Utara, dan Rusia.

Ishiba pada hari Jumat (27/9)menekankan Jepang perlu memperkuat keamanannya, dengan mencatat pelanggaran wilayah udara Jepang baru-baru ini oleh pesawat tempur Rusia dan Tiongkok serta peluncuran rudal berulang kali oleh Korea Utara.

Ia berjanji untuk melanjutkan kebijakan ekonomi Kishida yang bertujuan untuk menarik Jepang keluar dari deflasi dan mencapai kenaikan gaji riil, sambil mengatasi tantangan seperti angka kelahiran dan populasi Jepang yang menurun serta ketahanan terhadap bencana alam.

LDP terus memerintah Jepang sejak Perang Dunia II. Para anggota partai mungkin melihat pandangan Ishiba yang lebih sentris sebagai hal yang penting dalam mendorong kembali tantangan oleh oposisi yang condong ke liberal.

Kehadiran Ishiba juga diharapkan meningkatkan elektabilitas LDP yang belakangan terhuyung-huyung karena skandal korupsi anggota partai yang menurunkan popularitas Kishida.

Ishiba, yang pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen pada tahun 1986, pernah menjabat sebagai menteri pertahanan, menteri pertanian, dan jabatan penting lainnya di Kabinet, serta pernah menjadi sekretaris jenderal LDP di bawah Abe.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya