Berita

Duta Besar Iran di Jakarta, Mohammad Boroujerdi/RMOL

Dunia

Kedubes Iran Kecam Pembunuhan Bos Hizbullah oleh Israel

SELASA, 01 OKTOBER 2024 | 11:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Duka atas kematian Sekretaris Jenderal Hizbullah, Hassan Nasrallah dalam serangan udara Israel, turut dirasakan oleh negara mitra Lebanon, yakni Iran.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa (1/10), Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyoroti tindakan Israel yang semakin tidak terkendali sejak perang meletus di Gaza 7 Oktober lalu.

Setelah diduga membunuh Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh dalam serangan bom di Teheran beberapa bulan lalu, kini Israel melancarkan eskalasi  besar-besaran ke perbatasan Lebanon Selatan hingga menewaskan pemimpin Hizbullah.


"Rezim teroris Israel kembali menunjukkan wajah jahatnya kepada dunia, kejahatan mereka adalah serangan roket ke daerah pemukiman di Lebanon Selatan dan pembunuhan Sayyed Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah," bunyi pernyataan tersebut.

Iran mengecam keras segala bentuk kekerasan yang dilakukan Israel di Lebanon, terutama setelah tokoh besar Hizbullah juga dibunuh secara kejam oleh mereka.

"Republik Islam Iran, dengan tegas, mengutuk tindakan agresif dan kriminal rezim Zionis dalam menyerang Lebanon Selatan dan pembunuhan Sekretaris Jenderal Hizbullah," tegasnya.

Kedubes Iran mengaku prihatin karena pemboman terhadap Bos Hizbullah dilakukan hanya beberapa menit setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato tentang perdamaian di sidang Majelis Umum PBB di New York.

"Tindakan ini tidak hanya melanggar prinsip dan norma hukum internasional serta Piagam PBB, akan tetapi juga menjadi ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan regional maupun internasional," kata Kedubes.

Iran menduga kuat bahwa bom yang digunakan Israel membunuh Nasrallah dan sejumlah tokoh penting lain pada 28 September lalu adalah bom bunker-buster seberat 5.000 pon yang diberikan oleh Amerika Serikat.

Oleh sebab itu, Iran menilai bahwa Barat khususnya Amerika Serikat bertanggung jawab penuh atas kebrutalan Israel.

"Kami juga menegaskan tanggung jawab penuh dari pemerintah Amerika Serikat sebagai pendukung dan mitra dalam kejahatan internasional dan tindakan teroris rezim Zionis," tegas Kedubes.

Terakhir, Kedubes Iran menyerukan kepada negara-negara dan organisasi internasional untuk segera mengambil langkah politik, hukum, dan memberikan sanksi yang diperlukan terhadap Israel serta pihak-pihak di belakangnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya