Berita

Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono dalam Media Briefing di Kabupaten Serang, Banten, pada Rabu (25/9)/RMOL

Politik

Thomas Djiwandono Optimis Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di Era Prabowo Tercapai

RABU, 25 SEPTEMBER 2024 | 18:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diyakini akan tercapai.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono, dengan mengatakan bahwa target ini merupakan visi jangka panjang yang direncanakan untuk lima tahun mendatang.

“Target 8 persen bukan untuk tahun depan, melainkan target lima tahun pemerintahan Pak Prabowo. Kita semua tahu bahwa target ini tidak mungkin dicapai dalam waktu singkat,” ujar Thomas dalam Media Briefing di Kabupaten Serang, Banten, pada Rabu (25/9).


Menurutnya, upaya mencapai target yang lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,2 persen di APBN 2025 itu pemerintah di era Prabowo perlu untuk menemukan sumber pertumbuhan ekonomi baru. 

Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan utama bagi kabinet Prabowo dalam beberapa tahun ke depan.

“Kalau kita tidak mencari ‘growth engine’ baru, akan sulit mencapai target yang lebih tinggi. Itu menjadi PR besar bagi kabinet Pak Prabowo nanti,” kata pria yang akrab disapa Thommy itu.

Selain itu, dalam mencapai target ambisius tersebut, berbagai sektor ekonomi, termasuk hilirisasi industri akan terus diperdalam dan diperluas ke komoditas lain. 

Namun, dia menekankan bahwa perekonomian Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada satu sektor saja. Konsumsi masyarakat, yang menjadi penggerak utama ekonomi juga harus tetap dijaga, sambil pemerintah mencari investasi baru dari berbagai sektor.

“Selain hilirisasi, kondisi ekonomi kita sangat terkait dengan konsumsi. Ini juga kita harus topang terus bagaimana konsumsi jalan, dan juga bagaimana kita mencari investasi-investasi baru dari sektor-sektor lain,” jelasnya.

Lebih lanjut, Thomas juga menyebut pentingnya transisi energi dan ketahanan pangan yang sering disampaikan oleh Presiden Terpilih Prabowo. Sebab, keduanya dinilai akan membawa dampak luas bagi ekonomi, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas.

“Transisi energi dan ketahanan pangan memiliki dampak besar, tetapi kita juga harus mencari sektor lain yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang baik. Ini tantangan sekaligus acuan untuk masa depan,” pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya