Berita

Boeing/Net

Bisnis

Boeing Tawarkan Kenaikan Gaji 30 Persen untuk Akhiri Mogok Kerja

SELASA, 24 SEPTEMBER 2024 | 18:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perusahaan kedirgantaraan asal Amerika Serikat (AS), Boeing, menawarkan kenaikan gaji sebesar 30 persen kepada lebih dari 32 ribu pekerjanya.

Seperti dikutip Reuters, Selasa (24/9), Boeing juga menawarkan untuk mengembalikan bonus kinerja, meningkatkan tunjangan pensiun, dan menggandakan bonus ratifikasi menjadi 6.000 Dolar AS jika para pekerja menerima tawaran tersebut.

Sejumlah upaya ini dilakukan Boeing usai ribuan karyawan melakukan aksi mogok kerja sejak 13 September 2024.


Perusahaan ini berada di bawah tekanan yang semakin meningkat untuk mengakhiri pemogokan yang dapat merugikannya beberapa miliar dolar, mengguncang keuangan perusahaan yang sudah tegang dan mengancam penurunan peringkat kreditnya.

Presiden Distrik 751 IAM yang merupakan negosiator utama kontrak Boeing, Jon Holden mengatakan akan segera melakukan survei kepada para pekerja untuk memberikan pandangan terhadap proposal tawaran yang diberikan Boeing.

"Kami mungkin akan melakukannya di kemudian hari. Namun, harapan kami adalah kami dapat berdiskusi sehingga kami benar-benar dapat memenuhi kebutuhan anggota kami," kata Holden.

Sebagai informasi, lebih dari 32.000 pekerja Boeing di Portland dan wilayah Seattle mogok kerja pada 13 September dalam aksi mogok pertama serikat pekerja tersebut sejak 2008. Para pekerja menuntut kenaikan gaji 40 persen serta pemulihan bonus kinerja.

"Karyawan tahu bahwa para eksekutif Boeing bisa melakukan yang lebih baik, dan ini menunjukkan bahwa para pekerja selama ini benar," kata Presiden IAM Brian Bryant dalam sebuah pernyataan.

Pemogokan ini menjadi peristiwa terbaru dalam tahun yang penuh gejolak bagi perusahaan yang diawali dengan insiden pada bulan Januari lalu di mana panel pintu terlepas dari jet 737 MAX di udara.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya