Berita

Donald Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky/Net

Dunia

Menurut Trump, Zelensky Lebih Suka Harris Menang

SELASA, 24 SEPTEMBER 2024 | 15:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memiliki keyakinan bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky akan senang jika presiden terpilih nanti adalah Kamala Harris.

Dalam acara kampanye di Pennsylvania Barat, Trump menyindir Zelensky dengan menyebutnya sebagai staf marketing ulung karena setiap datang ke Washington, dia selalu mendapatkan peningkatan dana bantuan untuk Ukraina.

"Saya pikir Zelensky adalah salesman erhebat dalam sejarah. Setiap kali dia datang ke negara ini, dia membawa pulang 60 miliar dolar," ujar Trump, seperti dimuat Reuters pada Selasa (24/9).


Itulah sebabnya, menurut Trump, Zelensky lebih ingin Amerika kembali dipimpin oleh kandidat Demokrat yang senantiasa memberikan dukungan penuh khususnya di bidang pendanaan.

"Dia (Zelensky) sangat ingin mereka memenangkan pemilihan ini, tetapi saya akan melakukan hal yang berbeda saya akan mengupayakan perdamaian," tegasnya.

Dalam sebuah pernyataan melalui email, tim kampanye Harris menegur Trump karena tidak mengatakan bahwa dia ingin Ukraina memenangkan perang selama debat di ABC News.

"Wakil Presiden Harris memahami bahwa jika Amerika meninggalkan Ukraina, Putin akan duduk di Kyiv dengan mata tertuju pada negara-negara Eropa lainnya dan sekutu NATO kita," kata Morgan Finkelstein, juru bicara keamanan nasional untuk tim kampanye Harris.

Trump tidak memberikan perincian tentang rencana perdamaiannya, selain menegaskan kembali bahwa dia akan menelepon Putin dan Zelensky dan mendesak mereka untuk menyusun kesepakatan, jika dia memenangkan pemilihan pada tanggal 5 November.

Zelensky, yang berada di AS untuk menghadiri sidang ke-79 Majelis Umum PBB, mengatakan pada hari Senin (23/9) bahwa tindakan tegas oleh Amerika Serikat sekarang dapat mempercepat berakhirnya perang Rusia melawan Ukraina tahun depan.

Sementara Trump mengatakan minggu lalu bahwa ia mungkin akan bertemu dengan Zelensky saat ia berada di AS. Namun hingga kini belum informasi kapan mereka akan bertemu.

Washington dan sekutunya telah memberikan program bantuan bernilai miliaran dolar kepada Ukraina sejak invasi Rusia dimulai pada bulan Februari 2022, sementara juga memberlakukan beberapa putaran sanksi terhadap Moskow.

Trump secara konsisten menggambarkan bantuan AS untuk Ukraina sebagai pemborosan uang dan menolak mengatakan bahwa ia ingin Ukraina menang.

Zelensky pernah mengatakan bahwa ia tidak dapat memprediksi apa yang akan dilakukan Trump jika ia menang pada bulan November, tetapi berharap Partai Republik akan mempertahankan dukungan militer AS untuk Ukraina.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya