Berita

Ilustrasi batu bara/Ist

Bisnis

Bahlil Tetapkan Harga Batu Bara dan Mineral Acuan September 2024 Naik

SENIN, 23 SEPTEMBER 2024 | 09:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan Harga Mineral Logam dan Batu bara Acuan. 

Harga acuan ini diteken Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 231.K/MB.01/MEM.B/2024 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu bara Acuan untuk Bulan September 2024. 

Dalam siaran pers ESDM (20/9) Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Agus Cahyono Adi mengatakan bahwa Harga Mineral Acuan (HMA) bulan September, digunakan sebagai dasar perhitungan Harga Patokan Mineral Logam (HPM) bulan yang sama.


"Sementara, sesuai yang tercantum dalam Keputusan Menteri, Harga Batu bara Acuan (HBA) bulan September 2024 juga digunakan sebagai dasar perhitungan Harga Patokan Batu bara (HPB) bulan ini," ujar Agus dalam keterangan resmi, dikutip Senin (23/9). 

Dalam Kepmen ini, ditetapkan HBA bulan September untuk komoditas batu bara 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 12,26 persen, total Sulphur 0,66 persen, dan Ash 7,94 pada angka 125,15 Dolar AS/ton. 

"Angka ini mengalami kenaikan dari HBA bulan Agustus senilai 115,29 Dolar AS per ton," kata Agus.

Selanjutnya, ditetapkan HBA untuk komoditas Batu bara I, dalam kesetaraan nilai kalor 5.300 kcal/kg GAR, Total Moisture 21,32 persen ,Total Sulphur 0,75 persen, dan Ash 6,04 persen. 

"HBA I ditetapkan di level 85,01 Dolar AS per ton," sambungnya.

Sementara, Harga Acuan untuk komoditas Batu bara II dalam kesetaraan nilai kalor 4.100 kcal/kg GAR, Total Moisture 35,73 persen, Total Sulphur 0,23 persen dan Ash 3,90 persen ditetapkan pada besaran 53,26 Dolar AS perton. 

Adapun Harga acuan untuk Batubara III, dalam kesetaraan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR, Total Moisture 44,30 persen, Total Sulphur 0,24 persen dan Ash 3,88 persen, pada angka 35,89 Dolar AS per ton.

Selain HBA, Menteri ESDM juga menetapkan HMA berbagai komoditas mineral sebagai patokan bulan Agustus 2024. HMA Nikel dipatok 15.908,10 Dolar AS/dmt. Kemudian Kobalt 26.031,90 Dolar AS/dmt dan Timbal 1.993,69 Dolar AS/dmt.

Adapun HMA untuk komoditas mineral logam lainnya adalah sebagai berikut:

Seng: 2.631,62 Dolar AS/dmt
Alumunium: 2.244,10 Dolar AS/dmt
Tembaga: 8.903,07 Dolar AS/dmt
Emas sebagai mineral ikutan: 2.425,49 Dolar AS/troy ounce
Perak sebagai mineral ikutan: 28,10 Dolar AS/troy ounce
Bijih Besi Laterit/Hematit/Magnetit: 1,45 Dolar AS/dmt
Bijih Krom: 6,37 Dolar AS/dmt
Konsentrat Titanium: 11,79 Dolar AS/dmt.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya