Berita

Presiden Rusia, Vladimir Putin/Net

Dunia

Rusia Tingkatkan Produksi Drone Tempur Hingga 1,4 Juta Unit

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2024 | 14:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Produksi pesawat nirawak atau drone tempur Rusia akan ditingkatkan hingga 10 kali lipat menjadi 1,4 juta unit sepanjang 2024.

Peningkatan itu dilakukan atas perintah Presiden Rusia, Vladimir Putin guna memastikan bahwa angkatan bersenjata mereka menang di Ukraina.

Putin mengungkap bahwa sepanjang 2023 Rusia berhasil memproduksi 140.000 drone, dan tahun ini mereka memiliki target hingga 1,4 juta.


"Tahun ini, produksi pesawat nirawak direncanakan akan meningkat secara signifikan. Lebih tepatnya, hampir 10 kali lipat," ujarnya dalam pertemuan St Petersburg tentang pengembangan produksi pesawat nirawak, seperti dimuat Reuters.

Sejak perang meletus Februari 2022 lalu, baik Rusia maupun Ukraina telah membeli pesawat nirawak di luar negeri dan meningkatkan produksi mereka sendiri.

Drone digunakan untuk berbagai target mulai dari menghancurkan artileri dan persenjataan hingga menyerang infrastruktur energi dan kapal perang.

Baru-baru ini Putin juga mengeluarkan dekrit yang berisi perintah untuk melipat gandakan pasukan siap tempur di garda depan dari 180.000 jumlah saat ini menjadi 1,5 juta.

Mengutip situs web resmi Rusia pada Selasa (17/9), dekrit itu akan mulai berlaku pada 1 Desember mendatang.

"Presiden Putin menetapkan target bahwa dari 2,4 personel militer ada 1,5 juta tentara baru yang siap dikirim ke medan pertempuran," ungkap laporan Kremlin.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya