Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Bursa Asia Pasifik Menguat Jumat Pagi, Nikkei Naik Paling Tinggi

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2024 | 11:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar Asia-Pasifik dibuka menguat pada Jumat (20/9) dengan Nikkei 225 Jepang memimpin kenaikan,  setelah pemangkasan suku bunga besar-besaran oleh The Fed.

S&P/ ASX 200 Australia naik tipis 0,2 persen.  Nikkei 225 Jepang melonjak hingga 1,9 persen dan Topix yang berkapitalisasi besar naik 1,63 persen.

Sementara Kospi Korea Selatan naik 1,45 persen dan Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 1,51 persen.


Indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong berjangka berada di level 18.177, lebih tinggi dari penutupan terakhir HSI di posisi 18.013.

Kontrak berjangka yang terkait dengan CSI 300 China daratan berada di level 3.198,8, dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks di posisi 3.196.

Indeks harga konsumen inti Jepang naik 2,8 persen tahun ke tahun.  Angka inflasi adalah 2 persen, dibandingkan 1,9 persen pada bulan sebelumnya.

Angka tersebut akan menjadi tolok ukur terakhir perekonomian sebelum BOJ mengakhiri pertemuan kebijakan moneter dua hari, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada 0,25 persen. 

Yen Jepang melemah 0,10 persen menjadi 142,76.

PBOC Tiongkok juga dijadwalkan mengumumkan keputusannya tentang suku bunga pinjaman acuan pada penetapan bulanan.

Semalam di Amerika Serikat (AS), ketiga indeks utama berakhir lebih tinggi dengan Dow Jones Industrial Average naik 1,26 persen hingga ditutup pada level 42.025,19, melewati ambang batas 42.000 untuk pertama kalinya.

S&P 500 naik 1,7 persen dan ditutup pada level 5.713,64, melampaui level 5.700 untuk pertama kalinya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya