Berita

Ilustrasi Foto/Ist

Bisnis

Punya Ribuan Pesantren, BSI Bidik Pasar Syariah di Jatim

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2024 | 02:35 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, salah satunya mendorong Jawa Timur (Jatim) menjadi pusat ekonomi syariah nasional.

BSI melihat Jatim sebagai salah satu wilayah potensial untuk menjadi pusat ekonomi syariah nasional. 

Melalui berbagai inisiatif, termasuk program literasi dan inklusi keuangan syariah, BSI terus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya bank syariah.


Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, mengatakan bahwa perbankan syariah telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa rasio keuangan, melampaui rata-rata industri.

“Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mempercayai perbankan syariah sebagai bagian dari solusi keuangan mereka,” ujar Hery dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Kamis malam (19/9).

Ia menegaskan bahwa Perseroan melihat potensi besar dalam mengintegrasikan ekosistem Islam di daerah ini sebagai bagian dari strategi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah. 

Hal tersebut didasarkan bahwa berdasarkan data pemerintah, Jatim memiliki populasi mayoritas muslim dan keberadaan lebih dari 6 ribu pesantren serta 51 ribu masjid.  Provinsi ini menjadi salah satu wilayah yang strategis dalam pengembangan ekonomi syariah. 

Besarnya potensi Jawa Timur dalam pengembangan ekonomi syariah juga ditunjukkan dari data penyaluran pembiayaan syariah.

Dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Regional Jawa 2024, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, pangsa penyaluran pembiayaan syariah di Jatim terus mengalami peningkatan, dari 6 persen pada tahun 2019 menjadi 7,7 persen pada kuartal II 2024.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan perbankan syariah di Jatim juga mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi, yakni tumbuh 12,4 persen secara tahunan pada Juli 2024. Penyaluran pembiayaan perbankan syariah tersebut tumbuh double digit dibandingkan dengan pertumbuhan kredit umum sebesar 4,7 persen. 

Lebih lanjut, menurut Hery, data-data tersebut menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah nasional. 

“Dengan dukungan masyarakat dan berbagai pihak, BSI optimis ekonomi syariah di Jawa Timur akan terus berkembang pesat," ujar Hery.

Saat ini kinerja BSI region Jawa Timur memiliki lebih dari 2,5 juta customer based dengan nilai DPK mencapai Rp23,35 Triliun dengan penyaluran pembiayaan Rp16,8 triliun tumbuh 15,01 persen year on year.

Selain itu, dalam rangka memperkuat ekosistem islam, saat ini BSI telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 700 pesantren di Jawa Timur, untuk mempercepat akselerasi ekonomi syariah. Salah satu inisiatif utamanya adalah digitalisasi pesantren, terutama dalam bidang keuangan, guna meningkatkan efisiensi dan kemandirian ekonomi pesantren.

BSI berkomitmen untuk mendukung pesantren dalam  adopsi teknologi modern yang menyederhanakan pengelolaan keuangan. Program ini mencakup penerapan sistem pembayaran dan pelaporan keuangan yang efisien serta penyuluhan dan pelatihan untuk pengelola pesantren. 

"Digitalisasi ini merupakan amanat Bapak Presiden dalam segala hal transaksi keuangan. Dengan adanya program dari BSI ini, kami berharap segala transaksi keuangan di dalam pesantren bisa menjadi lebih mudah dan terkelola dengan baik," ungkap Hery.

Tidak hanya itu, pengembangan ekosistem Islam di masjid juga menjadi fokus BSI. Digitalisasi manajemen keuangan masjid diharapkan dapat mempercepat berbagai aktivitas finansial seperti donasi (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) serta pengembangan ekonomi sektor riil di lingkungan masjid. 

Masjid sebagai pusat komunitas dinilai memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan prinsip-prinsip ekonomi syariah. Dengan adanya solusi digital dari BSI, pengurus masjid dapat memanfaatkan sistem seperti cash management system, virtual account, dan QRIS untuk memudahkan pengelolaan keuangan dan transaksi.

"Program-program ini mendukung pengurus masjid dalam menjalankan tugas mereka dengan lebih efektif dan efisien,” tutup Hery.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya