Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Konsisten Bertransformasi, MIND ID jadi Arsitektur Hilirisasi Mineral

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2024 | 16:35 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

MIND ID merupakan salah satu contoh positif pembentukan holding di bawah Kementerian BUMN yang telah memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.

Begitu dikatakan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. Kata dia, MIND ID sejauh ini konsisten dalam transformasi menjadi arsitektur hilirisasi mineral pertambangan nasional.

Kata Kartika, BUMN bersama MIND ID juga sukses berkolaborasi dalam memastikan seluruh sumber daya alam yang dikuasai oleh negara dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional.


"Kami bersama MIND ID masuk untuk membangun hilirisasi. Kami aktif mengarahkan menjadi arsitektur masa depan bisnis masing-masing perusahaan holding," kata Kartika dalam keterangan tertulis, Kamis (19/9).

Sementara Corporate Secretary MIND ID Heri Yusuf menyampaikan, dalam menjalankan fungsi strategic active holding, perseroan konsisten untuk mewujudkan mandat dalam upaya peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas pertambangan.

Grup MIND ID yang beranggotakan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk proaktif membangun aset hilirisasi, dan fokus untuk mengembangkan skala bisnis hilir secara lebih jauh.

Hal ini diwujudkan untuk memberikan nilai tambah dari mineral kelolaan mulai dari bauksit, tembaga, nikel, timah, hingga emas.

Grup MIND ID juga membangun aliansi strategis untuk ekspansi bisnis baru hilirisasi dengan fokus untuk mendapatkan kapabilitas ataupun teknologi baru secara lebih efektif.

"Sebagai strategic holding yang mengemban amanat Pemerintah Indonesia, MIND ID terus berkolaborasi dan bersinergi dengan anggota agar dalam langkah diambil selaras dengan mandat yang diberikan negara," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya