Berita

Pimpinan Bank Indonesia (Foto:wsj.com)

Bisnis

BI Pangkas Suku Bunga, IHSG Malah Merah

RABU, 18 SEPTEMBER 2024 | 18:37 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Keraguan pelaku pasar menjelang keputusan penurunan suku bunga oleh The Fed kian tak terhindarkan. Gerak lemas indeks Wall Street yang kemudian menjalar di Asia akhirnya menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta untuk bergerak sempit. Pantauan menunjukkan, IHSG konsisten bergerak di rentang sangat terbatas di sepanjang sesi perdagangan pertengahan pekan ini, Rabu 18 September 2024.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, sesi perdagangan di Asia diwarnai dengan keraguan investor dalam menantikan keputusan The Fed. Indeks Nikkei di Bursa saham Jepang yang sempat melonjak signifikan kemudian beralih merah untuk selanjutnya menutup dengan naik moderat. Indeks Nikkei naik 0,49 persen dengan terhenti di 36.380,17. Pola berbeda terjadi pada indeks ASX200 di Australia, di mana konsisten menjejak gerak di rentang sempit di sepanjang sesi perdagangan. Indeks ASX200 kemudian mengakhiri sesi dengan naik sangat tipis 0,01 persen di 8.142,1.

Situasi gerak malas di bursa saham Asia ini kemudian dengan mudah menular di Jakarta. Sentimen domestik akhirnya datang dari keputusan Bank Indonesia menyangkut suku bunga. Laporan lebih jauh menyebutkan, pihak Bank Indonesia secara mengejutkan menurunkan suku bunga sebesar 0,25 persen menjadi 6 persen. Namun keputusan kejutan dari bank Sentral ini terlihat gagal mengangkat IHSG. Gerak IHSG bahkan terkesan tak terpengaruh usai rilis keputusan bank sentral tersebut. IHSG bahkan terlihat berulangkali terjerembab di zona penurunan tipis secara temporer namun selalu mampu berbalik hijau. IHSG akhirnya menutup sesi dengan terpeleset merah alias turun sangat tipis 0,03 persen di 7.829,13.


Serangkaian laporan yang beredar sebelumnya menyebutkan, pelaku pasar yang memperkirakan pihak Bank Sentral akan mempertahankan besaran suku bunga dalam pertemuannya kali ini. Namun kejutan penurunan suku bunga yang semestinya mampu mengangkat IHSG lebih tajam, terlihat sulit terwujud.

Sikap pelaku pasar di Jakarta terlihat sulit mengelak dari keraguan yang sedang hinggap di bursa global. Pantauan lebih jauh dari jalannya sesi perdagangan di Jakarta menunjukkan, gerak saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan yang bervariasi.

Sejumlah saham unggulan mampu bertahan hijau, seperti: BBRI naik 0,94 persen di Rp5.350, TLKM naik 0,97 persen di Rp3.120, ASII naik 3,44 persen di Rp5.250, BBCA naik 1,19 persen di Rp10.625, dan BBNI naik 0,88 persen di Rp5.700. Sedangkan saham unggulan lainnya turun, seperti: ADRO turun 2,92 persen di Rp3.650 dan BMRI turun 0,33 persen di Rp7.400.

Gerak bervariasi saham unggulan yang cenderung berada di rentang terbatas ini, sekaligus mencerminkan keraguan investor dalam mengantisipasi sentimen dari keputusan penurunan suku bunga oleh The Fed pada Kamis besok dinihari waktu Indonesia Barat.

Rupiah Konsisten Merah

Situasi lebih buruk terjadi pada nilai tukar Rupiah, di mana gerak melemah moderat terjadi dengan konsisten di sepanjang sesi perdagangan. Pelemahan terbatas Rupiah ini terjadi di tengah gagalnya mata uang utama dunia melanjutkan penguatan setelah berupaya melonjak signifikan pada 24 jam terakhir sesi perdagangan. Hingga sesi perdagangan sore ini di Asia, mata uang Euro terlihat gagal untuk semakin mendekati level psikologis nya di kisaran 1,1200 untuk kini bergulat di kisaran 1,1130-an.

Pola tak jauh berbeda mendera Poundsterling di mana setelah mampu menembus level psikologisnya di kisaran 1,3200-an, dalam 20 jam terakhir telah berbalik dan konsisten menjejak di bawah kisaran 1,3200. Akibat dari gerak lemas mata uang utama dunia tersebut, Rupiah akhirnya terpeleset di zona pelemahan terbatas.

Hingga ulasan ini disunting, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp15.329 atau flat. Pantauan juga memperlihatkan, gerak di rentang sempit yang seragam mendera seluruh mata uang Asia. Penantian terhadap keputusan pimpinan The Fed terkait penurunan suku bunga menjadi latar utama gerak malas di pasar uang.

Rilis keputusan kejutan penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia terlihat hanya sedikit berpengaruh pada gerak nilai tukar Rupiah. Pantauan RMOL menunjukkan, usai rilis kejutan dari bank Sentral itu, gerak Rupiah yang memang kian melemah, namun kisaran pelemahan terlihat tidak signifikan. Rupiah bahkan terlihat berupaya mengikis pelemahan di ujung sesi perdagangan sore. Pada akhirnya, pelaku pasar kembali beralih menantikan keputusan The Fed.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Presiden Prabowo Disarankan Tak Gandeng Gibran di Pilpres 2029

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:52

Prabowo Ajak Taipan Bersatu dalam Semangat Indonesia Incorporated

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:51

KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Mantan Menag Yaqut Cholil

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:44

Perluasan Transjabodetabek ke Soetta Harus Berbasis Integrasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:38

Persoalan Utama Polri Bukan Kelembagaan, tapi Perilaku dan Moral Aparat

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:18

Pemerintah Disarankan Pertimbangkan Ulang Pengiriman Prajurit TNI ke Gaza

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00

Menkop Ajak Polri Ikut Sukseskan Kopdes Merah Putih

Rabu, 11 Februari 2026 | 12:01

Iran Sebut AS Tak Layak Pimpin Inisiatif Perdamaian Gaza

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:53

MUI Tegaskan Tak Pernah Ajukan Permintaan Gedung ke Pemerintah

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:43

Menkes Akui Belum Tahu Batas Penghasilan Desil Penerima BPJS

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:32

Selengkapnya