Berita

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Mardyana Listyawati/RMOL

Bisnis

Kemendag Genjot Perluasan Pasar Ekspor Lewat TEI 2024

SELASA, 17 SEPTEMBER 2024 | 23:18 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia melalui Trade Expo Indonesia (TEI) 2024.

“TEI 2024 ini sarana buat kita untuk memperkenalkan produk kita ke internasional dan melanjutkan yang sudah diekspor,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Mardyana Listyawati dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/9).

Mardyana mengakui bahwa nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2024 memang menurun yang diakibatkan oleh penurunan kurs rupiah, serta kondisi geopolitik global.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada Januari-Agustus 2024 tercatat mencapai 170,89 miliar Dolar AS. Angka ini turun 0,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Nilai ekspor memang menurun walaupun sebenarnya naik cuma kenaikannya yang menurun, bukan ekspornya yang menurun, ini dipengaruhi nilai kurs, dan isu geopolitik yang sedang memanas,” jelasnya.

Untuk itu, melalui pameran dagang terbesar tahun ini, Kemendag menargetkan nilai transaksi dapat mencapai 15 miliar Dolar AS atau sekitar Rp229 triliun.

Melalui pameran ini, Kemendag juga berupaya meningkatkan ekspor, baik di pasar tradisional maupun non-tradisional, sehingga produk-produk lokal, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM) bisa memasuki pasar baru.

“Kami mendorong perusahaan di Indonesia untuk dapat bersaing di luar negeri, dengan meningkatkan daya saing, dan mencari pasar baru non tradisional,” tuturnya.

Adapun pameran dagang ini bakal diselenggarakan pada 9-12 Oktober 2024 di ICE BSD City, Tangerang Selatan dengan 1000 exhibitor ditargetkan akan memamerkan produknya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya