Berita

Kelompok Tani binaan industri nikel ceria/Ist

Nusantara

Pertanian Berkelanjutan Makin Berkembang di Sekitar Industri Nikel Ceria

MINGGU, 15 SEPTEMBER 2024 | 19:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perusahaan pertambangan nikel nasional, PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria) terus menunjukkan konsistensinya dalam mendukung inisiatif kelompok tani yang mengembangkan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Hal ini sejalan dengan prinsip ESG Ceria dalam mendukung ketahanan pangan di sekitar industri nikel PT Ceria di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berorientasi menghasilkan green nickel product, PT Ceria yang sedang dalam tahap akhir penyelesaian smelter ‘Merah Putih’, ingin memastikan industri pertambangan yang sedang dikembangkan saling mendukung dengan pertanian hijau yang diprakrasai oleh masyarakat sekitar tambang.


Sejauh ini, terdapat dua kelompok tani binaan PT Ceria yang fokus menjalankan praktek pertanian berkelanjutan yakni Kelompok Tani Anaiwoi dan Kelompok Tani Genjer. Dua kelompok tani ini menerapkan metode bercocok tanam yang berfokus pada keberlanjutan ekologi dan ekonomi. Prinsip utamanya adalah penggunaan sumber daya yang bijaksana, seperti pemupukan organik, pengendalian hama alami, dan pola tanam yang ramah lingkungan.

Untuk memperkuat praktek pertanian berkelanjutan tersebut, PT Ceria berkolaborasi dengan PT Petrokimia Gresik melaksanakan pelatihan, supervisi dan sosialisasi budidaya pertanian kepada dua kelompok tani tersebut pada 12–13 September 2024 di Sanggar Tani Kelurahan Ulu Wolo.

Kegiatan diawali oleh tim yang memastikan pemanfaatan pupuk NPK Phonska Plus non-subsidi sebanyak 3,2 ton dan penerapan yang optimal sprayer pertanian elektrik yang telah disalurkan sebelumnya oleh PT Petrokimia Gresik dan Ceria kepada para petani, pada Agustus 2024 lalu.

Dalam kegiatan ini juga, PT Petrokimia Gresik mengirimkan 1 (satu) tim lengkap beserta unit mobil laboratorium uji tanah untuk memberikan pendampingan yang lebih komprehensif. Dengan adanya tim unit mobil uji tanah, para petani secara langsung bisa mengetahui hasil analisa tanah lahan mereka dan langsung mendapatkan saran penggunaan jenis pupuk yang tepat.

Adriantito Salim Lamo, Manager Corporate Communication sekaligus Interim Manager Departemen PPM, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para petani agar dapat memaksimalkan hasil pertanian melalui praktik agrikultur yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Para petani mendapatkan pelatihan dan edukasi tambahan mengenai pengelolaan lahan, khususnya terkait kadar tanah, pemupukan yang efektif, serta penentuan waktu pemupukan yang optimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Muhammad Bisma Usman selaku Agronomis Mobil Uji Tanah PT Petrokimia Gresik mengungkapkan bahwa dengan hadirnya unit mobil uji tanah pada kegiatan ini, maka dapat mendukung petani untuk meningkatkan praktik pertanian mereka melalui data yang tepat waktu dan relevan.

“Fasilitas ini dapat diakses para petani secara gratis dan petani bisa segera mendapatkan informasi yang tepat dan membantu petani dalam memilih jenis pupuk yang paling sesuai untuk kondisi lahan mereka,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Wolo, yang turut memberikan panduan dan pendampingan kepada para petani.

“Kehadiran para PPL ini menjadi elemen penting dalam memastikan bahwa edukasi yang diberikan dapat diimplementasikan dengan baik oleh para petani di lapangan. Tanpa kehadiran mobil uji tanah serta asistensi dan dukungan dari Ceria dan tim ahli Petrokimia Gresik, mustahil bagi petani untuk mengetahui kondisi lahan dan meningkatkan hasil panennya,” ujar Abdul Karim, Lurah Ulu Wolo.

Sementara itu, Lurah Wolo, Abdul Rahman, mengungkapkan bahwa dukungan penuh Ceria dan Petrokimia Gresik terhadap para petani memberikan kontribusi yang kuat dalam ketahanan pangan di Kecamatan Wolo.

“Kegiatan edukatif tentang pemupukan ini sangat berguna dalam memaksimalkan hasil panen, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta memastikan ketersediaan pangan yang lebih stabil di wilayah kami,” ujarnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya