Berita

Direktur Eksekutif Human Studies Institute, Rasminto/Ist

Nusantara

Pengawasan Internal yang Lemah Membuka Celah Percaloan Casis Bintara

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2024 | 23:26 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kasus penipuan calon siswa (Casis) Bintara Polda Sumatera Utara (Sumut) yang melibatkan oknum polisi semakin mencuat. 

Briptu FS, anggota kepolisian yang diduga melakukan praktik percaloan, dilaporkan menjanjikan kelulusan seleksi kepada sekitar 40 orang pada penerimaan Bintara 2024. 

Namun, tidak ada satupun dari para calon siswa yang lolos dalam proses tersebut, menimbulkan kecurigaan dan protes dari pihak keluarga korban.


Direktur Eksekutif Human Studies Institute, Rasminto, menilai kasus ini sebagai bukti nyata lemahnya sistem pengawasan internal (waskat) di lingkungan kepolisian. 

"Kasus Briptu FS bukan hanya soal oknum individu, tetapi mencerminkan celah besar dalam pengawasan oleh pimpinan. Jika percaloan bisa berlangsung dengan jumlah korban sebanyak ini, besar kemungkinan ada keterlibatan pihak-pihak lain atau setidaknya kelalaian dari atasan yang seharusnya mengawasi," ujar Rasminto dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat malam (13/9).

Ia menegaskan, dalam kasus sebesar ini, tidak cukup jika hanya Briptu FS yang diperiksa.

"Pengawasan internal yang lemah memungkinkan tindakan ini berlangsung tanpa hambatan. Pihak pimpinan yang bertanggung jawab atas pengawasan seharusnya juga diperiksa karena ini menunjukkan kegagalan institusi, bukan hanya kesalahan individu," jelasnya. 

Rasminto juga menyatakan bahwa reformasi di tubuh kepolisian harus menitikberatkan pada penguatan pengawasan dan akuntabilitas di semua tingkatan.

Selain soal pengawasan, Rasminto juga menyoroti dampak buruk praktik percaloan ini bagi masyarakat, terutama para korban.

"Bagi para korban, ini bukan sekadar kerugian finansial, selain itu patut diduga daerah lainnya juga ada kasus serupa. Tentunya hal ini akan merusak kepercayaan publik terhadap kepolisian sebagai institusi penegak hukum. Masyarakat berharap keadilan, dan jika hal seperti ini terus dibiarkan, kredibilitas institusi akan semakin jatuh," jelasnya.

Lebih lanjut, Rasminta mengimbau pentingnya penegakan hukum yang tegas tidak hanya bagi Briptu FS, tetapi juga para atasan yang terlibat atau lalai dalam tugas pengawasan.

"Jika tidak ada tindakan tegas yang mencakup semua pihak yang bertanggung jawab, reformasi dalam tubuh kepolisian akan terus menjadi slogan tanpa hasil nyata. Waskat harus diperkuat untuk mencegah penyimpangan serupa di masa depan," tutup Rasminto.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya