Berita

Kombes Ade Ary Syam Indradi/RMOL

Hukum

Polisi Gadungan Rampas Motor dan Ponsel dengan Dalih Barang Bukti

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2024 | 17:50 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polisi gadungan membuat resah warga Tangerang Selatan, Banten. Seorang pria kena tipu hingga kehilangan satu unit sepeda motor.

Korban berinisial MHS. Awalnya korban ingin menjual sepeda motor bekasnya, kemudian ada seorang yang tertarik ingin membeli.

Setelah itu korban dan pelaku sepakat untuk bertemu di Jalan Kapten Djojohadikusumo, Serpong, Kamis (12/9) pukul 12:30 WIB. Saat pertemuan itu, pembeli berpenampilan layaknya polisi. 


"Korban MHS menjual satu unit sepeda motor kepada terlapor yang masih dalam lidik, selanjutnya terlapor mengaku sebagai polisi dengan berpakaian seragam polisi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi dalam keterangan tertulis, Jumat (13/9).

Pembeli yang diduga polisi gadungan mengintrogasi MHS dan menuduhnya memperdagangkan sepeda motor bodong alias hasil curian. 

"Terlapor mengatakan bahwa motor milik korban tidak dilengkapi surat-surat," kata Ade.

Tak hanya sepeda motor, pembeli turut merampas ponsel milik korban dengan alasan akan disita sebagai barang bukti. Atas kejadian itu korban merugi hingga puluhan juta rupiah.

"Kami sedang lakukan penyelidikan lebih lanjut," tuturnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya