Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Netanyahu Kebakaran Jenggot, Kanada Setop Ekspor Senjata ke Israel

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2024 | 12:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Khawatir senjatanya digunakan untuk tindakan genosida, Kanada memutuskan menghentikan 30 izin ekspor militer ke Israel.

Menteri Luar Negeri Kanada, Melanie Joly mengatakan bahwa penyetopan izin ekspor itu juga mencakup anak perusahaan Kanada General Dynamic yang ada di Amerika Serikat.

"Kami menghentikan sekitar 30 izin yang ada dari perusahaan-perusahaan Kanada," ungkap Joly, seperti dimuat Anadolu Ajansi pada Kamis (12/9).


Ia lebih lanjut menekankan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan amunisi buatan Kanada dijual atau ditransfer melalui negara-negara pihak ketiga untuk dijual kembali ke Israel.

"Kami tidak akan mengirim senjata dalam bentuk apa pun, atau bagian-bagian senjata, ke Gaza. Titik. Bagaimana senjata-senjata itu dikirim dan ke mana senjata-senjata itu dikirim tidaklah relevan," tegasnya.

National Council of Canadian Muslims (NCCM), kelompok advokasi Muslim terbesar di negara itu, menyambut baik keputusan tersebut, dengan menyoroti sikap Joly yang jelas bahwa larangan senjata Kanada untuk Israel tetap berlaku.

Dalam sebuah posting di X, NCCM memuji Joly karena menolak celah apapun yang memungkinkan penjualan bahan peledak oleh General Dynamics untuk dilanjutkan.

“Menteri Joly mengeluarkan pesan yang jelas yang menyatakan bahwa kebijakan Kanada tentang larangan senjata untuk Israel tetap berlaku,” NCCM memposting di X.

Sebagai tanggapan, Centre for Israel and Jewish Affairs menyatakan kekhawatiran, menyebut pernyataan Joly sebagai perubahan yang mengganggu dalam kebijakan Kanada.

 Beberapa negara telah bergerak untuk menilai ulang dan menangguhkan penjualan senjata ke Israel sejak dimulainya konflik Gaza, dengan Inggris menjadi yang terbaru yang mengambil tindakan tersebut.

Pemerintahan Buruh yang baru di Inggris menghentikan 30 lisensi ekspor senjata ke Israel setelah peninjauan mengungkapkan bahwa senjata buatan Inggris mungkin telah digunakan di Gaza dengan cara yang melanggar hukum humaniter internasional. Penangguhan tersebut berlaku segera.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengutuk keputusan tersebut, menyebutnya memalukan dan mengklaim hal itu akan membuat Hamas semakin berani.

Israel telah membunuh lebih dari 41.000 warga Palestina, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak, di Jalur Gaza sejak serangan Hamas tahun lalu.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya