Berita

Sekretaris Satgas Saber Pungli Pusat, Irjen Pol Dr H Andry Wibowo (kedua dari kiri)/Ist

Presisi

Ini Pesan Satgas Saber Pungli di Era Revolusi Industri 4.0

SENIN, 09 SEPTEMBER 2024 | 22:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Indonesia saat ini tengah memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital, Internet of Things, serta kecerdasan buatan (AI). 

Demikian diungkap Sekretaris Satgas Saber Pungli Pusat, Irjen Pol Dr H Andry Wibowo, di acara Sosialisasi Empat Pilar Kompleks Parlemen, Senayan pada Senin (9/9). 

"Era ini melanjutkan perjalanan panjang revolusi industri sebelumnya, yang telah membawa perubahan signifikan dalam peradaban manusia," kata Andry kepada wartawan. 


Menurut Andry, revolusi Industri 1.0 yang fokus pada penggunaan tenaga otot, air, dan angin menandai kelahiran negara seperti Amerika Serikat. 

Sementara itu, Revolusi Industri 2.0 dengan penemuan listrik mendorong ekspansi industri dan kolonialisasi ke berbagai belahan dunia. 

Pada era Revolusi Industri 3.0, kehadiran komputer dan kemajuan komunikasi mengantarkan dunia pada era informasi dan konektivitas global yang erat.

"Ini turut mempengaruhi gerakan kemerdekaan di berbagai negara, termasuk Indonesia," tuturnya. 

Dirinya juga memaparkan bahwa saat ini, revolusi Industri 4.0 menghadirkan tantangan baru. Teknologi tidak hanya menjadi alat penting, tetapi juga berpotensi menggantikan peran manusia dalam berbagai sektor pekerjaan.

"Generasi mendatang akan dihadapkan pada persaingan dengan teknologi," terang dia. 

Tak hanya itu, dampak sosial seperti meningkatnya individualisme dan fanatisme terhadap kelompok tertentu juga menjadi perhatian, terutama dalam konteks multikulturalisme Indonesia yang beragam. 

Indonesia, sebagai negara kepulauan yang strategis, memiliki keragaman etnis, agama, dan keyakinan yang harus dijaga. Namun, keterbukaan terhadap produk dan budaya asing juga menjadi tantangan tersendiri.

"Hal ini tercermin dari bagaimana Indonesia menerima produk-produk dari negara-negara yang pernah menjajahnya," sambung dia. 

Andry melihat tantangan ke depan juga meliputi isu keberagaman gender, orientasi seksual, dan potensi konflik yang dapat timbul akibat perbedaan ras serta keyakinan.

"Belajar dari negara-negara seperti Yugoslavia, yang terpecah karena konflik internal, Indonesia harus waspada agar tidak mengalami hal serupa," imbaunya. 

Andry berharap generasi muda  mampu menjaga keberagaman, membangun patriotisme, dan nasionalisme. Peran guru dalam pendidikan sangat penting, khususnya dalam mengajarkan nilai-nilai Pancasila serta semangat juang para pahlawan.

"Kegiatan Pramuka, misalnya, dinilai sebagai wadah efektif untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan menjaga persatuan bangsa," tuturnya. 

"Dengan menjaga keberagaman serta mengantisipasi tantangan era teknologi, Indonesia diharapkan tetap bersatu dan tangguh di masa depan," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya