Berita

Pemain Kriket Putri Sumut di PON XXI/Ist

Olahraga

Kriket T10 Putra Putri Sumut Gagal Raih Emas, Transportasi jadi Biang Kerok

SENIN, 09 SEPTEMBER 2024 | 21:01 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Sumatera Utara gagal mendulang emas pada pertandingan cabang olahraga Kriket PON XXI Aceh - Sumut, kategori Twenty 10 (T10). Hal ini setelah tim putra Sumut kalah dari Banten 86-64, sedangkan tim putri kalah dari Sulawesi Selatan 52-33 pada babak semifinal yang digelar di Lapangan Cerdas Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (8/9).

Asisten pelatih kriket Sumut Dede Dharmawan mengatakan, kekalahan yang dialami oleh tim putra putri Sumut ini disebabkan oleh faktor non teknis. Mereka telat tiba di lapangan sehingga tidak dapat melakukan persiapan dan pemanasan dengan maksimal. Persoalan non teknis itu terjadi karena bus jemputan para atlet tidak datang.

"Seperti diinfokan pihak panitia, kami sudah standby di hotel Thong Inn jam 6 kurang, tetapi hingga setengah jam kami menunggu pihak bus tidak datang menjemput," ungkap Dedek Dharmawan, kepada wartawan.


Ironisnya kata Dedek, setelah berkoordinasi dengan pihak bus, pihak bus mengatakan bahwa mereka hari ini tidak ada jadwal dan koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan Sumatera Utara, untuk melakukan penjemputan tim putra putri Sumut ke venue kriket di Lapangan Cerdas Lubuk Pakam.

Untuk mencegah keterlambatan, tim akhirnya berangkat menggunakan 5 mobil pribadi milik official tim. Mobil itu mereka manfaatkan untuk mengangkut 28 pemain sehingga kondisinya sangat tidak memadai.

"Pertandingannya jam 7.30 Wib, kami harus tiba di lapangan jam 7.00 Wib untuk tos menentukan siapa duluan yang main. Sampai di lapangan kami hampir jam 7," ujarnya.

Keterlambatan inilah yang memicu kurangnya persiapan dan pemanasan. Pada sisi lain, kondisi mental pemain juga dinilai sudah drop.

"Kami sangat menyayangkan sekali kejadian ini, padahal kita sebagai tuan rumah. Dalam hal ini kami merasa dirugikan oleh pihak terkait," kesal Dedek.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya