Berita

Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik/Antara

Nusantara

Lahan Bekas Tambang Sukses Genjot Produksi Pangan di Kaltim

SENIN, 09 SEPTEMBER 2024 | 19:18 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dalam rangka mendukung ketahanan pangan masyarakat, puluhan ribu hektare lahan bekas tambang disulap menjadi lahan pertanian di Kalimantan Timur (Kaltim).

Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik mengapresiasi keberhasilan panen perdana di lahan bekas tambang tersebut.

“Ini apresiasi yang luar biasa untuk Kaltim dan ini mudah-mudahan bisa menjadi contoh bahwa kita di Kaltim tidak hanya sekadar menggali saja, tapi kita bisa transformasi dari tambang ke pertanian,” kata Akmal dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (9/9).


Lahan bekas tambang seluas 50.400 hektare itu sukses menjadi lahan pertanian dan mampu menggenjot produksi beras di Kaltim.

Akmal menyatakan bahwa tidak mudah dalam pencapaian itu. Namun karena kerja keras dari masyarakat, akhirnya lahan tersebut sukses juga buat menanam padi.

“Tidak semua lahan cocok untuk pertanian, tidak semua lahan cocok untuk hortikultura,” jelasnya.

Pemprov Kaltim juga akan mengerahkan anak-anak sekolah jenjang SMK/SMA untuk melakukan penanaman pohon di lahan bekas tambang maupun lahan potensial di seluruh kabupaten/kota se-Kaltim. 

"Kolaborasi kabupaten/kota dengan provinsi untuk menggalakkan penanaman pohon di wilayah Kaltim, dengan melibatkan anak-anak SMA/SMK untuk menanam," ujarnya. 

Setelah melakukan panen raya padi, Akmal Malik melakukan penanaman bibit pohon endemik Kaltim di lokasi lahan bekas tambang. Di antaranya nangka madu, jeruk ponti dan jeruk pamelo. 

PT Kitadin memiliki kewajiban pasca tambang seluas 1.600 hektare di wilayah empat desa, yaitu Desa Embalut, Desa Kerta Buana, Desa Separi dan Desa Bangun Rejo. 

Kegiatan yang dilakukan di antaranya penanaman padi sawah, tanaman pakan ternak, jagung, dan hortikultura lainnya.                       

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya