Berita

Ledakan gudang amunusi di ibukota Chad, N’Djamena, bulan Juni 2024.

Dunia

Pendekatan “Vishwabandhu”, 2.300 Kg Bantuan Kemanusiaan Dikirim ke Chad

SENIN, 09 SEPTEMBER 2024 | 00:09 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Untuk membantu korban kebakaran mematikan di Republik Chad, India mengirimkan sekitar 2.300 kg bantuan medis. Paket bantuan itu terdiri dari antibiotik penting yang dapat menyelamatkan nyawa dan obat-obatan umum.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengatakan, pengiriman bantuan kemanusiaan ini sebagai bagian dari pendekatan “Vishwabandhu” yang memperlihatkan keinginan India menjadi sahabat bagi seluruh dunia.

Kebakaran di Afrika tengah itu bulan Juni lalu dipicu ledakan depot amunisi militer di N’Djamena, ibu kota Chad. Setidaknya sembilan orang tewas dan lebih dari 40 orang mengalami luka-luka.


India telah berulang kali memberikan bantuan ke berbagai negara di seluruh dunia, selama situasi krisis dan dalam banyak kasus, dengan bertindak sebagai penanggap pertama. Pada awal Juni, India mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Haiti, yang meliputi pasokan medis seperti kebutuhan transfusi darah.

Ini terjadi setelah lebih dari 40 orang tewas ketika sebuah kapal yang mereka tumpangi terbakar di lepas pantai Haiti.

Juga di bulan Juni, India mengirimkan sekitar 19 ton bantuan untuk masyarakat Papua Nugini setelah tanah longsor dahsyat yang melanda negara kepulauan itu bulan lalu, yang menimbulkan banyak korban dan kerusakan parah pada infrastruktur.

Sebelumnya di bulan Mei, India mengirimkan gelombang kedua bantuan kemanusiaan ke Kenya, yang terdiri dari bantuan dan pasokan medis, karena negara Afrika Timur itu menderita banjir besar.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya