Berita

Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Profesor M. Din Syamsuddin/Net

Politik

Din Syamsuddin: Jangan Sekali-kali Hapus Jasa Ulama dalam Perjuangan Kemerdekaan

SABTU, 07 SEPTEMBER 2024 | 22:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Peran ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tidak bisa diabaikan. Sejak sebelum kemerdekaan, banyak perlawanan terhadap penjajah Belanda yang dipimpin oleh para ulama dan tokoh agama dari berbagai wilayah, seperti Aceh hingga Ternate dan Tidore. 

Ulama juga turut mendorong pergerakan kebangsaan melalui organisasi Islam seperti Sarekat Islam, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad, dan Nahdlatul Ulama. 

Demikian disampaikan Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Profesor M. Din Syamsuddin dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/9). 


Din Syamsuddin mengulas sejarah peran ulama dalam Proklamasi Kemerdekaan RI. Salah satunya adalah saran KH Abdul Mukti, seorang ulama Muhammadiyah dari Madiun, yang menyarankan Bung Karno untuk memproklamasikan kemerdekaan pada bulan Ramadhan. 

Proklamasi pun terjadi pada 17 Agustus 1945, yang bertepatan dengan 9 Ramadhan 1367 H, hari Jumat. 

“Juga warna Bendera Indonesia Merah Putih adalah atas usul Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, Pendiri Al-Khairat di Palu, Sulawesi Tengah. Lambang Negara Garuda adalah atas usul Sultan Hamid II dari Pontianak,” kata Din. 

Din juga mengingatkan pentingnya Resolusi Jihad KH. Hasyim Asyari dalam mendorong perlawanan terhadap agresi Sekutu di Surabaya pada tahun 1947 dan peran Jenderal Sudirman, seorang tokoh Pandu Hizbul Wathan Muhammadiyah, dalam memimpin perang gerilya. 

Jasa 73 Kesultanan Islam dari Aceh hingga Ternate/Tidore yang menyerahkan kekuasaan politiknya kepada Republik Indonesia juga tidak boleh dilupakan.

“Itu hanya sekelumit fakta sejarah. Maka, mengutip Bung Karno, Jas Merah (Jangan Sekali-kali Melupakan sejarah), dan juga mengutip usulan Dr. Hidayat Nur Wahid, Jas Hijau (Jangan Sekali-kali Hapus Jasa Ulama),” tegasnya. 

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga memperingatkan agar tidak ada rezim penguasa di Indonesia yang mengabaikan nilai-nilai agama dengan sikap Islamofobia melalui kebijakan atau keputusan yang diam-diam menyingkirkan agama. 

“Sikap demikian, bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya