Berita

Paus Fransiskus disambut Imam Masjid Istiqlal (Foto: Antara)

Bisnis

Paus Fransiskus Tepis Serangan Fufufafa, IHSG-Rupiah Bertahan Positif

KAMIS, 05 SEPTEMBER 2024 | 20:45 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Kelesuan di sesi perdagangan Wall Street terlihat kontras dengan dinamika politik domestik di Indonesia. Setelah rentetan aksi besar demonstrasi mahasiswa yang berujung gagalnya Kaesang maju dalam pemilihan kepala daerah, situasi panas kembali hadir dari akun Fufufafa. Akun kaskus yang diduga milik wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka tersebut mengunggah pernyataan yang bernada merendahkan Prabowo Subianto.

Unggahan yang entah telah berapa tahun lalu itu tersebar dan menjadi perbincangan menarik. Situasi ini tentu akan menjadi serangan bagi pasangan Prabowo-Gibran yang akan segera resmi memimpin Indonesia beberapa pekan ke depan. Namun beruntungnya untuk sementara waktu serangan kasus akun Fufufafa ini tertepis oleh gemuruh sambutan terhadap kunjungan Paus Fransiskus.

Tertepisnya sentimen serangan akun Fufufafa tersebut seakan seiring dengan lesunya sesi perdagangan di Wall Street usai tercukur brutal di sesi perdagangan hari sebelumnya. Pesimisme di bursa Wall Street nampak belum berakhir hingga sesi perdagangan pertengahan pekan ini. Gerak Indeks Wall Street masih terjebak dalam rentang sempit dan cenderung melemah.


Sentimen dari rilis data neraca dagang Amerika Serikat untuk bulan Juli yang justru membukukan defisit yang kian jumbo mempersulit pelaku pasar untuk beralih optimis. Laporan menyebutkan besaran defisit neraca dagang AS yang sebesar $78,8 miliar yang tercatat sebagai defisit terbesar dalam lebih dari setahun terakhir. Besaran defisit tersebut memang masih sesuai dengan ekspektasi investor, namun rilis data sebelumnya menyangkut indeks PMI manufaktur yang dinilai meningkatkan risiko resesi membuat pelaku pasar jatuh kembali dalam tekanan jual moderat.

Hingga sesi perdagangan ditutup, indeks DJIA masih mampu bertahan positif dengan naik tipis 0,09 persen di 40.974,97, sementara indeks S&P500 terkikis 0,16 persen di 5.520,07 dan indeks Nasdaq yang kembali terkoreksi 0,3 persen di 17.084,3. Gerak mixed dari sesi perdagangan di Wall Street ini kemudian menjadi bekal buruk bagi sesi perdagangan di Asia hari ini, Kamis 5 September 2024.

Pelaku pasar di Asia terlihat masih kesulitan menentukan arah gerak Indeks usai dihajar aksi jual panik di sesi perdagangan kemarin. Gerak rebound teknikal yang semestinya normal terjadi, kini terlihat sulit dan bahkan berlanjut menurunkan indeks. Situasi ini diperparah dengan minimnya sentimen dari agenda rilis data perekonomian terkini. Hingga sesi perdagangan ditutup, indeks di bursa saham utama Asia masih mixed, yang sekaligus mengikuti pola di Wall Street.

Indeks Nikkei (Jepang) runtuh 1,05 persen di 36.657,09, Indeks KOSPI (Korea Selatan) naik signifikan 0,21 persen di 2.575,1 dan indeks ASX200 (Australia) terangkat moderat 0,4 persen di 7.982,4. Kabar lesu dari sesi perdagangan di Asia kemudian dengan mudah ditransformasi menjadi sikap ragu di Bursa saham Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang secara mengejutkan mampu melonjak tajam di sesi perdagangan kemarin akhirnya kehilangan pijakan yang memadai untuk melanjutkan tren penguatan signifikan. Pantauan memperlihatkan IHSG yang mampu membuka sesi perdagangan pagi dengan naik moderat namun dalam beberapa menit kemudian jatuh ke zona merah. IHSG kemudian mampu berbalik kembali ke zona hijau dan secara konsisten menapak zona penguatan moderat hingga sesi perdagangan sore ditutup.

IHSG menutup sesi dengan naik ala kadarnya 0,11 persen dengan menginjak posisi 7.681,04. Pantauan lebih rinci menunjukkan, gerak harga saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan yang mixed sebagai cermin dari keraguan pelaku pasar. Saham-saham BBRI, BBNI, ICBP, ASII, serta INDF dan ISAT tercatat naik dalam rentang bervariasi cenderung terbatas, sementara saham unggulan lainnya seperti BBCA, TLKM, ADRO, UNTR, ITMG terperosok merah.

Rupiah Kukuh Menguat

Situasi sedikit berbeda hinggap di pasar uang, dengan nilai tukar Rupiah kembali melakukan penguatan mengesankan. Usai mengawali sesi perdagangan pagi dengan keraguan dan sempat menginjak zona pelemahan, dengan meyakinkan Rupiah beralih ke zona penguatan. Gerak Rupiah kemudian terlihat konsisten menginjak zona penguatan hingga sore hari. Gerak menguat Rupiah kali ini juga ditopang oleh kemampuan mata uang utama dunia berbalik menguat secara signifikan. 

Pantauan tim riset RMOL menunjukkan nilai tukar Euro yang telah mampu menembus kembali level psikologis nya di kisaran 1,1100-an dan Poundsterling yang mulai kembali mendekati level psikologis nya di 1,3200 hingga sesi perdagangan Kamis sore di Asia.  Mata uang Asia, termasuk Rupiah, akhirnya turut terangkat oleh penguatan mata uang utama dunia tersebut. 

Tinjauan sebelumnya menunjukkan, Rupiah yang sangat berpotensi melakukan gerak  penguatan, dan datangnya momentum penguatan Euro dan Poundsterling membuat potensi tersebut terealisir hari ini.  Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, Rupiah  diperdagangkan di kisaran Rp15.395 per Dolar AS atau melonjak 0,48 persen.

Sentimen dari ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed beberapa hari ke depan dan ditambah dengan situasi perpolitikan nasional yang relatif tenang, menjadi bekal penting Rupiah untuk melanjutkan aksi penguatan lanjutan hingga menuju level psikologis pentingnya di kisaran Rp15.000 per Dolar AS.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya