Berita

Ilustrasi

Dunia

Khawatir Agresi Tiongkok, Taiwan Percepat Pengadaan Ribuan Rudal Stinger

RABU, 04 SEPTEMBER 2024 | 03:24 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan berencana membeli lebih dari 1.000 rudal Stinger tambahan untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang aktivitas militer Tiongkok.

Angkatan Darat dan Angkatan Laut masing-masing memesan 250 rudal Stinger pada tahun 2019 dan 2015. Namun, pasukan Taiwan sangat membutuhkan tindakan pencegahan dan penangkalan yang lebih efektif, yang mendorong Angkatan Darat untuk memesan 1.985 rudal Stinger lagi dari AS dengan harga sekitar 55,54 miliar dolar Taiwan, Taiwan News melaporkan, mengutip Liberty Times.

Angkatan Darat akan membeli 549 sistem peluncur dan 549 sistem identifikasi, kawan atau lawan (IFF). Rudal tersebut diharapkan akan dikirimkan pada tahun 2031.


Angkatan Laut juga berencana membeli 45 rudal Stinger yang dapat dibawa manusia, 15 sistem peluncur, dan 15 perangkat IFF, yang dijadwalkan akan dikirim pada tahun 2031.

Namun, militer belum mengomentari apakah pembelian ini termasuk dalam rencana pengadaan Angkatan Darat.

Angkatan Laut Taiwan telah mendesak AS untuk mempercepat pengiriman 250 rudal Stinger, dengan mengirimkan 11 surat sejak Maret.

Ini adalah bagian dari masalah yang lebih besar, karena Taiwan telah menghadapi penundaan dalam menerima senjata dari AS sejak 2019, yang menghambat upayanya untuk meningkatkan pertahanan terhadap Tiongkok.

Pembicaraan tentang pembelian rudal Stinger tambahan dari AS pertama kali muncul di bawah Presiden Tsai Ing-wen saat itu untuk memenuhi kebutuhan pertahanan udara dan mempersiapkan lebih banyak latihan target tembakan langsung karena masa wajib militer meningkat menjadi satu tahun.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya